Dokter Terjungkal Saat Jelaskan Vaksin Palsu

Insiden itu terjadi saat Seto memberi penjelasan dan berdialog dengan ratusan orangtua yang anaknya menerima vaksin diduga palsu di RS Harapan Bunda.

Dokter Terjungkal Saat Jelaskan Vaksin Palsu
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar memperlihatkan vaksin produk Bio Farma, saat jumpa pers terkait vaksin palsu di kantor Bio Farma, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis (30/6/2016). Bio Farma telah melakukan koordinasi dengan Bareskrim, Kementerian Kesehatan, Badan POM, dan distributor resmi vaksin Bio Farma, berdasarkan pengamatan fisik, kemasan, dan hasil uji laboratorium, vaksin yang diduga palsu adalah asli, atau tidak dipalsukan. Masyarakat agar tidak ragu untuk mengimunisasi putra putrinya dengan vaksin yang menjadi program pemerintah, baik di rumah sakit, puskesmas, posyandu, maupun di klinik. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA ‑ Ketua Komite Medis Rumah Sakit (RS) Harapan Bunda, Jakarta Timur, dr Seto Hanggoro terjungkal ketika panggung yang dinaikinya roboh, Jumat (15/7/2016) siang.

Insiden itu terjadi saat Seto memberi penjelasan dan berdialog dengan ratusan orangtua yang anaknya menerima vaksin diduga palsu di RS Harapan Bunda.

Ketika memberi penjelasan, Seto didampingi sejumlah pejabat RS Harapan Bunda. Sama seperti Seto, semuanya juga terjatuh dari panggung dadakan yang didirikan di halaman parkir di dekat kamar jenazah itu.

Sesaat kemudian, mereka bangkit lalu bergerak menjauh. Namun, beberapa orang berusaha mencegat dokter Seto dan para pejabat RS Harapan Bunda.

"Hei, kamu jangan pergi dulu! Mana pertanggungjawabannya. Mana janjinya, jangan kabur begitu aja," kata seorang pria.

Petugas keamanan yang berusaha melindungi pejabat rumah sakit pun kena semprot. "Bapak punya anak enggak? Ini masalah masa depan anak saya," hardik seorang pria kepada petugas keamanan.

Pertemuan itu digelar setelah ratusan orangtua menggeruduk RS Harapan Bunda sejak Kamis (14/7) malam. Mereka meminta penjelasan atas vaksin palsu yang ditemukan di rumah sakit itu.

Berdasar data yang dirilis Kementerian Kesehatan, RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, termasuk dalam 14 rumah sakit yang menerima pasokan vaksin palsu.

Lalu, Ketua Komite Medis dr Seto Hanggoro yang didampingi beberapa pejabat RS Harapan Bunda, tampil memberi penjelasan dan berdialog dengan orangtua anak-anak penerima vaksin. Staf rumah sakit kemudian memindahkan beberapa meja ke dekat kamar jenazah dan menyusunnya menjadi panggung darurat.

Sebelum melakukan dialog, Seto membacakan pernyataan tertulis dari manajemen RS Harapan Bunda. Isi surat itu, pertama, RS Harapan Bunda menjamin pasien yang divaksin di luar periode Maret sampai Juni 2016, dan membayar di kasir, berarti mereka menerima vaksin asli.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved