Dana Bansos Bangka Diduga Dipakai Untuk Bisnis Properti

Darius menilai tindakan SP yang diduga melakukan penyelewengan dana bansos sekitar Rp 1,9 miliar sudah luar biasa berani.

Dana Bansos Bangka Diduga Dipakai Untuk Bisnis Properti
bangkapos.com/nurhayati
Kepala Inspektorat Kabupaten Bangka, Darius 

BELINYU, BN -- Dugaan penyelewengan dana bansos Rp 1,9 miliar yang dilakukan oknum mantan bendahara Bantuan Sosial DPPKAD Kabupaten Bangka berinisial, SP terus didalami.

Selain aparat penegak hukum melakukan tahapan pengumpulan data tetapi secara internal, pihak Ispektorat melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Kepala Inspektorat Kabupaten Bangka, Darius menjelaskan pihaknya akan melakukan audit investigasi terkait dugaan adanya pihak lain yang terlibat. Akan tetapi ia belum melakukannya, karena masih dalam tahap menemukan penyimpangan.

Darius menilai tindakan SP yang diduga melakukan penyelewengan dana bansos sekitar Rp 1,9 miliar sudah luar biasa berani. Menurutnya penanganan penyelewengan dana bansos ini terus berproses.

"Ada indikasi itu kami Inspektorat terus melakukan proses sampai kami dapat kesimpulan bahwa telah terjadi penyalahgunaan pengelolaan keuangan. Pemeriksaan inspektorat sudah berlangsung mudah-mudahan hari ini selesai kami sudah dapat kesimpulan," kata Darius.

Proses selanjutnya, jika SP terbukti melakukan penggelapan dana, maka pihak Inspektorat Kabupaten Bangka akan melakukan tuntutan perbendaharaan, sesuai peraturan Kepala BPK Nomor 3 Tahun 2007.

"Bagaimana duit daerah yang disalahgunakan tadi agar bisa dikembalikan ke kas daerah. Kalau memang itu terbukti bagaimana duit daerah atau dana daerah yang disalahgunakan tadi bisa dikembalikan dalam proses tuntutan perbendaharaan tadi. Itu yang belum sampai audit investigasi karena panjang harus ada penelusuran seperti aliran dana dan lainnya, tapi sementara untuk tahap awal bagaimana menindaklanjuti hasil temuan BPK ini. Bagaimana duit daerah yang belum dipertanggungjawabkan ini bisa dikembalikan lagi," kata Darius.

Berdasarkan informasi terakhir dari Sekretaris DPPKAD Kabupaten Bangka, hari ini, Senin (18/7) SP akan masuk kerja karena dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Sungailiat.

"Kemarin memang dapat informasi dari DPPKAD, beliau SP cuti karena memang cutinya sudah jauh-jauh hari sebelum ada imbauan menpan, belum ada cerita terkait cerita ini," kata Darius.

SP diduga melarikan uang hasil penyelewengan dana bansos ke bisnis properti. Akan tetapi Darius belum mengetahuinya karena perlu dilakukan audit investigasi tersebut.

Pihaknya masih menyelidiki apakah benar uang tersebut disalahgunakan oleh SP saat masih menjabat sebagai bendahara bansos di DPPKAD Kabupaten Bangka. (chy)

Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved