Anda Mau Tahu Perbedaan Antara Vaksin Yang Menyebabkan Demam Dan Yang Tidak? Ini Jawabannya

Untuk itulah ada beberapa vaksin yang sengaja dibuat agar tidak menimbulkan demam atau hanya demam ringan setelah disuntikan.

Anda Mau Tahu Perbedaan Antara Vaksin Yang Menyebabkan Demam Dan Yang Tidak? Ini Jawabannya
http://www.katalogibu.com
Imunisasi Pada Balita

BANGKAPOS.COM  - Meski dianggap sebagai efek samping yang wajar setelah diberi vaksi, beberapa orangtua tetap berupaya mencari cara agar anaknya tak merasakan efek tersebut. Untuk itulah ada beberapa vaksin yang sengaja dibuat agar tidak menimbulkan demam atau hanya demam ringan setelah disuntikan.

BACA: 5 Tahun Menikah Pasangan Ini Tidak Bisa Berhubungan Suami Istri, Ternyata Ini Penyebabnya

Misalnya vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus) yang kerap menimbulkan demam pada anak. Hal ini pun menjadi alasan sejumlah orangtua memilih jenis vaksin DPT impor yang tidak menyebabkan demam.

Kepala Divisi Tumbuh Kembang Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Profesor dr Kusnandi Rusmil, SpA(K) menjelaskan, demam disebabkan oleh kandungan pertusis pada vaksin DPT jenis whole cell.

Istilah whole cell artinya, pembuatan vaksin menggunakan seluruh sel kuman yang telah dilemahkan. Akibatnya, anak berisiko demam hingga kejang demam, karena suhu tubuh terlalu tinggi.

"Akhirnya dibikinlah vaksin yang aseluler. Jadi selnya diambil, enggak semua kuman dimasukkan ke dalam vaksin," jelas Kusnandi saat ditemui di Pabrik PT Bio Farma, Bandung, Jumat (15/7/2016).

BACA: Unggah Video Lepas Baju dan Pasang Bra, Gebby Vesta Makin Hot Saja

Setelah dilakukan penelitian, vaksin DPT aseluler memang tidak menyebabkan demam atau setidaknya hanya risiko demam yang ringan. Namun, penelitian lebih lanjut menunjukkan, vaksin DPT aseluler bisa menyebabkan anak kembali terkena pertusis saat dewasa.

Jika dibandingkan dengan vaksin DPT aseluler, whole cell ternyata juga memberikan kekebalan yang lebih tahan lama.

Karena itu, orangtua yang memilih vaksin DPT aseluler sebaiknya kembali membawa anaknya untuk divaksin ulang setelah beberapa tahun. Vaksinasi ulang untuk meningkatkan kekebalan dikenal dengan istilah booster.

Halaman
12
Editor: Admin 1
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved