Dokter RS Pengguna Vaksin Palsu Ini Terdiam lalu Menangis 'Saya Dipukul dan Diludahi'

"Pas saya keluar, ada orang emosi memukul saya. Saya dipukul dan diludahi. Saya terima (perlakuan) itu. Saya tahu dia sempat cerita kalau anaknya ..."

Dokter RS Pengguna Vaksin Palsu Ini Terdiam lalu Menangis 'Saya Dipukul dan Diludahi'
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi: Petugas puskesmas memberikan vaksin kepada bayi di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jakarta, Senin (18/7/2016). Pemberian vaksin ulang ini digelar untuk anak-anak yang sebelumnya pernah diberikan vaksin palsu, dan vaksin uni akan diberikan secara bertahap. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- "Pas saya keluar, ada orang emosi memukul saya. Saya dipukul dan diludahi."

"Saya terima (perlakuan) itu. Saya tahu dia sempat cerita kalau anaknya anak tunggal dan dia juga susah dapat anak," tutur sang dokter.

BACA: Ketahuan, Istri Donald Trump Dituduh Jiplak Pidato Istri Obama

Demikian penggalan kisah, klimaks dari apa yang dialami dokter sebuah rumah sakit setelah BPOM keluarkan daftar RS yang diduga gunakan vaksin palsu.

BACA: Inilah Rekam Jejak dan Penampakan Sebenarnya Santoso Buronan Nomor Wahid Indonesia

"Saya juga paham bagaimana rasanya menjadi orangtua," begitu penggalan kalimat yang diungkapkan dari salah satu dokter di sebuah rumah sakit ketika berbincang dengan Kompas.com, Senin (18/7/2016) malam.

Rumah sakit tersebut merupakan salah satu dari belasan rumah sakit yang terdaftar memakai vaksin palsu oleh BPOM.

BACA: Ibu Wayan Mirna Salihin Korban Kopi Maut Akhirnya Angkat Suara

Dokter berkacamata itu mengungkapkan, awalnya dia dengan beberapa perwakilan rumah sakit diundang oleh BPOM pada Kamis (14/7/2016) lalu.

Di sana, mereka diinformasikan seputar peredaran vaksin palsu yang sedang marak belakangan ini.

Halaman
123
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved