Pemuda Daerah Ini Campurkan Miras, Pembalut Bekas Wanita dan Bayi untuk Teler

Sekelompok pemuda di belitung timur memanfaatkan bahan kimia yang terkandung dalam pembalut bekas wanita dan pokok bayi untuk mabuk

Pemuda Daerah Ini Campurkan Miras, Pembalut Bekas Wanita dan Bayi untuk Teler
net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Menjijikan. Ada sekelompok pemuda di Belitung Timur (Beltim) yang menggunakan pembalut wanita dan popok bayi untuk mabuk-mabukan.

Cara mencari kesenangan yang tidak lazim ini diungkapkan oleh Andreas selaku Camat Simpang Renggiang, dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Belitung Timur (Beltim) terkait minuman keras (miras) di Kabuapten Beltim, Senin (18/7) kemarin.

Andreas mengatakan, mencari kesenangan dengan mabuk-mabukan, ternyata tidak hanya dengan cara menenggak minuman keras atau mengonsumsi obat batuk cair secara berlebihan.

Tapi juga dengan memanfaatkan bahan kimia yang terkandung dalam pembalut wanita dan pokok bayi.

"Parahnya lagi, itu pembalut yang dipakai adalah pembalut bekas," kata Andreas dalam rapat tersebut.

Sementara Wakil Ketua II DPRD Beltim Yohendra mengatakan, adanya peran mereka yang mengerti tentang bahan-bahan kimia yang dapat disalahgunakan .

Mereka yang mengenyam pendidikan apoteker disebut kerap menginformasikan cara-cara 'kreatif' untuk memabukkan ini.

"Sedangkan yang mengonsumsinya mereka yang tidak sekolah," katanya dalam rapat tersebut.

Forkominda Beltim sepakat tegas dan serius soal peredaran miras.

"Pada intinya, dapat saya simpulkan, kita pada hari ini telah sepakat untuk bersikap tegas untuk penggunaan miras tidak pada tempatnya," kata Bupati Beltim Yuslih Ihza pada rapat tersebut.

Ia mengatakan, akan menseriusi persoalan yang dinilai sejumlah pihak sudah pada taraf mengkhawatirkan ini.

Menurutnya, keseriusan seluruh pihak setidaknya sudah didukung dengan regulasi yakni Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Beltim tentang Ketertiban Umum (Tibum).

Namun, Yuslih menilai, kemungkinan ada satu kelemahan Perda Tibum saat ini, yakni tidak memiliki Peraturan Bupati (Perbup).

"Saya akan cek, ada atau tidak perbupnya. Kalau ada perbupnya, sudah jadi tugas aparat-aparat saya lah, saya akan tegaskan itu. Laksanakan. Serius. Nanti saya cek dulu lah. Kalau tidak ada, segera saya keluarkan," kata Yuslih.

"Pelaksananya adalah satpol PP. Tadi pak kapolres bilang ada KUHAP, kalau ada regulasinya, ya seriusi saja. Saya sepakat dengan Kajari (soal harus ada pertemuan dengan Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpandan). Setelah ini, kami akan bicara dengan Ketua Pengadilan Negeri Tanjungan, ya seriusi," ujarnya lagi. (M3)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help