Sewa Pondok Pantai Rambak Ramai Di Medsos, Sekda Bangka Diprotes Pejabat

Mahalnya sewa saung/pondok untuk tempat berteduh di Pantai Rambak yang ramai beredar di media sosial facebook, membuat Sekda

Sewa Pondok Pantai Rambak Ramai Di Medsos, Sekda Bangka Diprotes Pejabat
facebook
Tiket sewa pondok di Pantai Rambak 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Mahalnya sewa saung/pondok untuk tempat berteduh di Pantai Rambak yang ramai beredar di media sosial facebook, membuat Sekda Bangka H Fery Insani mendapat protes dari para pejabat dari Pemkot Pangkalpinang dan Pemprov Babel.

"Saya juga mendapat komplin dari para pejabat di Pangkalpinang dikatakan bahwa mahal, tidak itu bukan dari pariwisata maupun DPPKAD," jelas Fery kepada bangkapos.com, Rabu (20/7/2016) di Kantor Bupati Bangka.

Menurutnya, sewa saung/pondok di Pantai Rambak tersebut milik swasta termasuk lahan pantai tersebut bukan milik Pemkab Bangka.

Disinggung soal kupon sewa saung/pondok, Fery menyatakan bukan kupon yang dikeluarkan Pemkab Bangka.

"Saya pikir tidak begitu kalau kupon itu, hanya untuk kupon karcis masuk. Saya juga dikomplin dari teman-teman saya di Pangkalpinang karena saya lama di Pangkalpinang. Saya katakan tidak begitu. Itu milik swasta mereka kelola, mereka bangun. Mereka juga tentu bayar pajak, saya lupa berapa pajak pengelolaan tempat hiburan," ungkap mantan Sekda Pangkalpinang ini.

Dia kembali menegaskan, bahwa karcis yang dikeluarkan Pemkab Bangka hanya karcis masuk bukan karcis sewa saung.

Diakuinya sama dengan pajak tempat hiburan, pajak restoran dan pajak parkir, jika punya lahan dikelola maka pemilik lahan punya kewajiban untuk bayar pajak.

Dicontohkannya, jika di pasar warga punya lahan dikelola untuk parkir maka wajib membayar pajak parkir.

Ditanyakan mengapa pihak pengelola bisa menentukan tarif sewa saung/pondok yang hanya beratap nipah dan dari kayu dengan biaya sangat tinggi, Fery, menyebutkan bahwa itu mekanisme pasar.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help