Kasus Korupsi PDAM Masuk ke Pengadilan, Mantan Walikota Bakal Duduk di Kursi Pesakitan

H Zulkarnain Karim bakal kembali duduk di kursi pesakitan bersama dengan mantan Direktur PDAM Budi Darma Setyawan dan Direktur PT Darko

Kasus Korupsi PDAM Masuk ke Pengadilan, Mantan Walikota Bakal Duduk di Kursi Pesakitan
Bangka Pos / Ryan Agusta
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pangkalpinang, Samsudin SH MH. 

Laporan wartawan Bangkapos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Mantan Wali Kota Pangkalpinang, H Zulkarnain Karim bakal kembali duduk di kursi pesakitan bersama mantan Direktur PDAM Budi Darma Setyawan dan Direktur PT Darko Indonesia, Kris Heri Widodo.

Pasalnya pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pangkalpinang saat ini telah melimpahkan berkas perkara kasus korupsi PDAM Kota Pangkalpinang ke pihak Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang.

Pelimpahan berkas perkara kasus dugaan korupsi PDAM Kota Pangkalpinang itu kepada pihak pengadilan setempat disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pangkalpinang, Syamsudin SH MH di hadapan awak media di sela-sela kegiatan press conference berlangsung di gedung Kejaksaan Tinggi provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel), Jumat (22/7/2016).

"Untuk kasus PDAM itu sudah kita limpahkan ke pihak pengadilan (Pengadilan Negeri Pangkalpinang--red)," kata Samsudin.

Dalam berita sebelumnya disebutkan upaya pihak Kejari Pangkalpinang melakukan pengusutan perkara kasus korupsi PDAM itu terbilang cukup lama atau sejak masa kepemimpinan Leo Heben Hezer Simanjuntak SH MH.

Selain itu pengembangan penyidikan terkait kasus itu pula terkendala lantaran pihak Kejari Pangkalpinang mengaku lamanya menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara yang diserahkan oleh pihak Badan Pengawas Keuangan & Pembangunan (BPKP) perwakilan provinsi Bangka Belitung.

Sekedar diketahui berdasarkan hasil audit BPKP tersebut ditemukan kerugian negara mencapai sejumlah Rp 2 miliar.

Terkait pengusutan yang dilakukan Kejari Pangkalpinang sebelumnya justru sejumlah pejabat DPRD kota Pangkalpinang termasuk provinsi Babel sempat dipanggil sekaligus diperiksa oleh tim penyidik Pidsus Kejati Babel.

Mereka diantaranya Ridwan Thalib, Junaidi Thalib, Suhaili Ishak, Usman Saleh, Osfindinar, Toni Purnama, Syamsuhardi, Syamsudin dan Sarpin. Selain itu juga mantan anggota kota lainya yakni Ki Mansur, Salahudin, Suparman, Darmawan dan Arkani.

Sedangkan ketua Pansus PDAM kota Pangkalpinang di DPRD Provinsi Babel, Rustam Effendi sebelumnya sempat pula namanya disebut-sebut ikut diperiksa pihak Kejari Pangkalpinang terkait perkara kasus korupsi PDAM Kota Pangkalpinang.

Pihak Kejari Kota Pangkalpinang saat itu sengaja mengusut kasus dugaan korupsi di tubuh PDAM Kota Pangkalpinang lantaran dana bantuan untuk kepentingan operasional PDAM Kota Pangkalpinang bersumber dari dana APBD Pemprov Babel dan Kota Pangkalpinang mencapai hampir senilai Rp 80 M (APBD kota Pangkalpinang & Pemprov Babel) namun diduga diselewengkan.

Bahkan perkara kasus ini pun Perkara oleh pihak Kejari justru sempat melayangkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan kepada lembaga anti rasua atau komisi pemberantasan korupsi (KPK).

Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved