Parulian: Mengambil Dana Kematian Itu Lebih Kejam Lagi

Parulian mengatakan dewan tetap melakukan pengawasan tetapi juga ternyata terjadi berbagai kelemahan.

Parulian: Mengambil Dana Kematian Itu Lebih Kejam Lagi
Nurhayati/bangkapos.com
Rapat paripurna rancangan peraturan daerah mengenai Pertanggungjawaban APBD Tahun 2015, Senin (25/7/2016) di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Ketua DPRD Kabupaten Bangka Parulian Napitupulu mengungkapkan, saat komentar pedasnya di media lokal mengenai adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait dugaan pengelapan dana bansos sekitar Rp 1,9 milyar oleh SP, Oknum Mantan Bendarahara Dana Bantuan Sosial DPPKAD Kabupaten Bangka, ternyata banyak pihak yang menghubunginya bahkan menudingnya terlalu kejam.

"Kemarin dimuat kawan-kawan di media cetak berita temuan itu. Itukan pelajaran juga buat kita jangan terjadi lagi. Rp 1,9 m itu besar lho. Ada yang bilang komentar ku terlalu kejam ku bilang bukan ku yang kejam, dia lebih kejam mengambil dana kematian orang yang sudah mati," tegasnya.

Disisi lain politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kepada bangkapos.com, Senin (25/7/2016) usai rapat paripurna rancangan peraturan daerah mengenai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2015 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bangka.

Disinggung kurangnya pengawasan dewan terhadap SKPD-SKPD di Pemkab Bangka, Parulian mengatakan dewan tetap melakukan pengawasan tetapi juga ternyata terjadi berbagai kelemahan.

"Kita mengawasi melakukan pengawasan, terkadang 'pemain' itu lebih pinter dari pengawas. 'Pemain' lebih pinter daripada wasit," ungkapnya.

Dia menyatakan, yang terpenting sebenarnya adalah kesadaran dari pengguna anggaran, bagaimana mengelola dan menggunakan anggaran dengan baik untuk memajukan daerah.

"Pergunakanlah anggaran itu semaksimal mungkin apalagi saya bilang tadi namanya dana kematian. Warga yang mengalami musibah keluarganya meninggal itu perlu dana," tegas Parulian.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved