Terungkap, Ada Fakta Terbaru, Keraton Jogja Terlibat Jebak Pangeran Diponegoro?

Di Keraton Yogyakarta, saya sowan kepada Kanjeng Raden Tumenggung Jatiningrat. Dia merupakan cucu Sultan Kedelapan, sesepuh yang bertutur santun...

Terungkap, Ada Fakta Terbaru, Keraton Jogja Terlibat Jebak Pangeran Diponegoro?
tribunjateng/sulis
Setelah sempat dicat berwarna pada hari Senin lalu, patung Diponegoro sebagai simbol gerbang Undip di Jalan Imam Barjo tersebut kembali dicat hitam polos, Selasa (6/10/2015). 

BANGKAPOS.COM, YOGYAKARTA -- Perang Jawa berakhir dengan cara yang memalukan. Pemberontakan Diponegoro mengakhiri titimangsa lama di Jawa.

BACA: Istri Santoso Akhirnya Bisa Tertawa dan Rileks Setelah Mendapat Perawatan

Terbentanglah untaian panjang titimangsa baru: Penjajahan sejati di Tanah Jawa, sebuah masa getir dengan dera tanam paksa dan gilasan roda modal swasta.

Diponegoro menjalani kehidupan yang tragis sebagai tawanan perang yang terhormat. Selama persinggahan hingga ke tempat pengasingannya yang terakhir, dia tidak pernah ditempatkan dalam jeruji penjara.

BACA: Inilah Wanita Asal Malang yang Disiksa Majikan dan Kini Jadi Dewan Penasihat Obama

Belanda memberikan kamar hunian dalam Fort Amsterdam di Manado, dan Fort Rotterdam di Makassar.
Seluruh biaya Perang Jawa dan biaya hidup Diponegoro menjadi tanggungan Keraton Yogyakarta.

Diponegoro wafat dalam kemiskinan pada hari Senin, 8 Januari 1855 dalam usia 69 tahun. Hingga akhir hayatnya, pangeran Diponegoro itu tetap memilih disapa dengan Ngabdulkamid. Musuh bebuyutannya, Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock, wafat sepuluh tahun lebih dahulu.

BACA: Rini Soemarno Tetap Bela PLN

Diponegoro merupakan sosok kontroversial. Bagi Belanda, dia merupakan sosok yang mewakili perlawanan terhadap kolonialisme, lewat Perang Sabil.

Sementara bagi Indonesia, dia merupakan sosok yang tidak disukai oleh Keraton Yogyakarta karena dianggap sebagai pengkhianat. Bahkan, pemberontakan Diponegoro telah membuat Keraton Yogyakarta nyaris disirnakan oleh Belanda.

Halaman
123
Editor: asmadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help