ABG Dijual Rp 1 Juta, Setelah Dibelikan HP Baru dan Diajak Makan Enak

aat berada di dalam kamar, menurutnya, YW langsung mengunci pintu dan memaksanya untuk bersetubuh.

ABG Dijual Rp 1 Juta, Setelah Dibelikan HP Baru dan Diajak Makan Enak
TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
ilustrasi korban pencabulan 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Bermula dari handphone (HP) baru yang diperolehnya sebagai hadiah ulang tahun membuat korban dugaan pencabulan LIL (16) alias Bunga harus menanggung aib seumur hidupnya.

Dirinya digagahi YW yang telah dianggapnya sebagai ayahnya sendiri.

Demikian ungkapan hati Bunga saat mengisahkan pengalaman pahit yang dialaminya ketika ditemui di kediamannya, Minggu (23/7/2016).

Bunga begitu dekat dengan tersangka YW tidak menaruh rasa curiga sedikitpun ketika dirinya diajak oleh YW dengan modus mencari handpone baru sebagai hadiah di usia 16 tahun tepatnya Selasa (17/6/2016).

"Saat itu saya diajak pergi ke toko hanphone, serta mengajak beta makan malam bersama dengan alasan ingin berbicara hal penting, saya percaya saja dengan YW karena bagi saya YW bukan orang lain. Namun dalam perjalanan, dia ajak beta lihat kos-kosan katanya mau beli," ujar Bunga.

Bunga hanya ikut saja ketika diajak, Saat berada di dalam kamar, menurutnya, YW langsung mengunci pintu dan memaksanya untuk bersetubuh.

Sempat menolak, Bunga akhirnya luluh karena tidak kuat menahan desakkan YW.

Setelah kejadian itu, Bunga pun kembali dibawa YW di sebuah hotel.

Selama semalam, Bunga dikunci dalam kamar hotel tersebut.

Keesokan harinya, lanjut Bunga, YW kembali membawa dirinya ke hotel lain.

Bunga ditawarkan ke teman YW seharga Rp 1 juta.

"Beta dijual kepada temannya seharga Rp 1 juta. Beta dipaksa melayani dia. Jujur beta sakit hati karena orang yang sangat saya percaya memperlakukan saya seperti ini. Perilakunya tidak bermoral dan tidak pantas menjadi seorang manusia," ujar Bunga.

Pasca kejadian itu, upaya mediasi pun terus dilakukan selama hampir sebulan lamanya.

Namun karena tidak ada hasilnya, Bunga didampingi keluarga dan pengacaranya pun melaporkan kejadian ini ke Polda NTT. (sel/Pos Kupang)

Editor: Hendra
Sumber: pos-kupang.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved