Tanjung Balai Mencekam, Toko-toko Tutup, Ratusan Aparat Berjaga di Sudut Kota

Suasana Tanjung Balai Sumatera Utara masih terasa mencekam, toko-toko tutup sejak pagi, dan petugas polisi dan tentara berjaga di berbagai

Tanjung Balai Mencekam, Toko-toko Tutup, Ratusan Aparat Berjaga di Sudut Kota
aliansi sumut bersatu
salah satu rumah ibadah yang dibakar dan dirusak massa di Tanjung Balai Sumut 

BANGKAPOS.COM--Suasana Tanjung Balai  Sumatera Utara masih terasa mencekam, toko-toko tutup sejak pagi, dan petugas polisi dan tentara berjaga di berbagai sudut, khususnya di rumah-rumah ibadat Budha dan Kong Hu Tsu.

Seperti digambarkan Arsyad, wartawan yang bekerja di Tanjung Balai, kepada BBC, warga keturunan Cina tak tampak di tempat-tempat umum.

"Mereka sepertinya tidak mau keluar rumah, masih khawatir dengan keadaan," katanya.

Namun awalnya, banyak juga warga lain yang datang ke rumah-rumah ibadat yang dirusak dan dibakar itu, untuk sekadar melihat-lihat.

"Mereka sekadar penasaran saja, sesudah kerusuhan semalam. Tapi tidak ada orang yang tampak ingin melakukan perusakan lagi," tambah Arsyad pula.

Pembakaran dan perusakan terhadap brbagai rumah ibadat dan fasikitas atau bangunan milik warga keturunan Cina meletus di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Jumat (29/7) menjelang tengah malam, sejak sekitar pukul 23.00.
Setidaknya tiga vihara dan delapan kelenteng sebuah yayasan sosial dan tiga bangunan dirusak atau dibakar. 

Para perusuh juga merusak dan membakar setidaknyaa enam kendaraan roda empat.
Juru bicara Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting menyebutkan, tujuh orang ditangkap dan diperiksa, namun untuk dugaan penjarahan saat terjadinya kerusuhana yang melibatkan massa lebih dari seribu orang itu.

"Kami terus mendalami, dan menyelidiki siapa pelaku-pelakunya, siapa dalangnya. Mereka pasti ditindak, karena ini merupakan perbuatan pidana," tegas Kombes Rina Ginting pula.

Disebutkan Rina Ginting, untuk memulihkan keadaan, polisi mengerahkan petugas tambahan yang di tempatkan di berbagai sudut kota.

"Kami mengrahkan 100 petugas bantuan dari Polres Asahan, 30 orang dari Polres Batubara, dan 135 anggota Brimog. Ditambah bantuan pasukan dari Kodim. Ini untuk mengembalikan rasa aman bagi warga masyarakat," katanya kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia.

Sebelumnya, ia menyebut, saat kejadian petugas polisi sangat terbatas jumlahnya, sehingga tak bisa mencegah kerusakan dan permbakaran Jumat malam itu.

"Namun bukan berarti polisi membiarkan. Kami berusaha menghimbau massa untuk membubarkan diri, juga mencegah mereka melakukan kekerasan lebih jauh. Kami juga melakukan segalanya untuk melindungi warga (Tionghoa) dari massa yaang tak terkendali," paparnya.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved