Polda SP3 Dugaan Kasus Penggelapan Surat Tanah

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3)

BANGKAPOS.COM, PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) sebagai tanda penghentian penyidikan tindak pidana atas nama AL.

Ia sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penggelapan berupa surat keterangan atau pernyataan sebidang tanah tanggal 10 Januari 1992 atas nama Ahmad dengan cara tidak mengembalikan asli surat keterangan atau pernyataan sebidang tanah tertanggal 10 Januari 1992 atas nama Ahmad yang telah dititipkan, yang terjadi sekira September 2010 sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 372 KUHPidana.

SP3 untuk Arbakmis yang sehari-hari diketahui bekerja sebagai Advokat tersebut diterbitkan oleh kepolisian 5 Juli 2016 dengan nomor SP.Tap/23.b/VII/2016/Dit.Reskrimum.

Terkait terbitnya SP3 tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Surawan kemarin ketika dikonfirmasi, mengaku tidak mengetahuinya secara pasti adanya surat tersebut.

Kendati demikian ia menegaskan jika terbitnya SP3 tersebut merupakan bagian dari hukum. "SP3 itu merupakan bagian dari upaya memberikan kepastian hukum," tegasnya.

Terhadap keputusan Polda tersebut, Surawan menjelaskan jika proses hukum lanjutan bisa ditempuh oleh para pihak yang berkeberatan atas SP3 tersebut.

Upaya hukum yang bisa ditempuh, praperadilan. Selain itu, SP3 ini bukan akhir proses penyidikan, jika ditemukan adanya bukti baru.

"Penyidikan bisa dibuka kembali jika ada novum baru," lanjutnya.

Perkara ini sebelumnya terjadi pada tahun 2010 silam saat tersangka dititipkan surat tanah atas nama Ahmad. Surat tersebut menurut laporan pelapor, Andri Putra tidak pernah dikembalikan lagi kepadanya.
Atas hal tersebut, pelapor melaporkannya ke Mapolda Riau.

Persoalan ini telah ditindaklanjuti oleh Polda Riau, dan telah dilakukan gelar perkara pada tanggal 23 Juni silam. Hasilnya, proses penyidikan dihentikan, karena tidak cukup bukti.

Hingga berita ini dilaporkan, AL belum menjawab konfirmasi yang dimintai harian ini melalui sambungan telepon ke nomor yang diketahui miliknya. (tribun pekanbaru)

Baca beritanya di Harian Pagi Babel News.

FOLLOW Twitter @bangkapos dan LIKE Halaman Facebook: bangkapos

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved