Polisi Cari Pemilik Akun Provokator Kerusuhan Tanjung Balai

penyidik juga sedang fokus mencari keberadaan provokator di media sosial facebook sehingga memperburuk situasi kerusuhan.

Polisi Cari Pemilik Akun Provokator Kerusuhan Tanjung Balai
KOMPAS IMAGES
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan penyidik sedang mengusut akun di media sosial yang menulis pesan serta menyebarkan provokasi kericuhan di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

"Akunnya sedang diselidiki. Orang di belakang itu yang melakukan broadcast, mendiseminasi, orang itu sedang kami cari semua," kata Boy, Senin (1/7/2016) di Mabes Polri.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengatakan tidak hanya menetapkan 12 tersangka penjarahan dan perusakan saja dalam kerusuhan Tanjung Balai.

Kini penyidik juga sedang fokus mencari keberadaan provokator di media sosial facebook sehingga memperburuk situasi kerusuhan.

‎Untuk diketahui, aksi anarkis terjadi di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Dalam kejadian tersebut sekelompok massa melakukan pengrusakan di beberapa tempat ibadah di Tanjung Balai sejak Jumat (29/7/2016) malam hingga Sabtu (30/7/2016) dini hari.

Aksi ini dipicu adanya permintaan seorang warga keturunan Tionghoa berinisial M yang meminta mengecilkan volume suara mikropon di Mesjid Almakshum di Jalan Karya.

Tindak kekerasan di Tanjung Balai diduga berawal dari masalah miskomunikasi antar tetangga.

Mungkin ada kurang komunikasi dan ada kata-kata yang kurang pas ketika ada suara dari pengeras suara di mesjid.

Permasalahan ini sudah sempat diselesaikan di tingkat ketua lingkungan.

Tetapi, kemudian masih terjadi perdebatan hingga akhirnya para warga yang berselisih dibawa ke Polsek Tanjung Balai.

Lalu, saat terjadi pertemuan di Polsek Tanjung Balai beredar tulisan berbau provokatif di media sosial.

Hal tersebut menyulut emosi salah satu kelompok warga hingga akhirnya melakukan penyerangan ke beberapa tempat ibadah.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help