BangkaPos/

RSBT Sudah Membuat Dinsosnaker Pangkalpinang Kecewa

manajemen RSBT juga dinilai tidak proaktif dan berbelit-belit dalam menyelesaikan persoalan mereka.

RSBT Sudah Membuat Dinsosnaker Pangkalpinang Kecewa
Bangka Pos / Zulkodri
Proses Mediasi antara perwakilan PUK SP Farkes RS Bhakti Timah dengan perwakilan perusahaan PT RS Bhakti Timah di Kantor Dinsosnaker Kota Pangkalpinang, Jumat (29/04/2016).

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS. COM, BANGKA -- Dinilai telah menyalahi kesepakatan bersama, April 2016 lalu,  Dinas Sosial Tenaga Kerja akan memberikan surat teguran keras kepada pihak RSBT Pangkalpinang, Rabu (03/08/2016) mendatang.

Kepala Dinsosnaker Kota Pangkalpinang, Mikron Antariksa didampingi Kabid Tenaga Kerja Amrah Sakti kepada bangkapos.com, Senin (01/08/2016) mengatakan selain menyalahi kesepakatan bersama, pihak manajemen RSBT juga dinilai tidak proaktif dan berbelit-belit dalam menyelesaikan persoalan mereka.

" Jujur kami sangat kecewa dengan pihak manajemen yang sudah dua kali mengelar pertemuan dan kesepakatan bersama tetapi tidak digubris. Ini, hanya janji belaka, sepertinya mereka menganggap remeh hal ini. Makanya kita tegaskan berikan surat teguran keras, " ucapnya.

Diceritakan Mikron, apabila kesepakatan bersama antara pihak pegawai dan manajemen RSBT tidak dilakukan, maka pihak pekerja akan mengelar aksi unjukrasa dan mogok kerja massal.

" Inilah yang kita wanti-wanti, sebab akan menganggu pelayanan rumah sakit. Tetapi sepertinya pihak rumah sakit anggap remeh. Sehingga pihak pekerja juga lelah dan berencana mengelar unjukrasa dan mogok kerja, " ujarnya.

Diceritakan Mikron ketika permasalahan ini, muncul Januari 2016 lalu sebelumnya para pekerja sempat mau mengelar mogok kerja.

Hanya saja saat itu, pihaknya berhasil meredam pihak pekerja dan menyelesaikan dengan cara berdiskusi dan membuat kesepakatan bersama.

Namun hingga saat ini, belum juga direalisasikan oleh pihak perusahaan, padahal RSBT sendiri katanya diberikan penghargaan rumah sakit terbaik se-indonesia.

" Ketika kesepakatan bersama sudah dilangar, maka pihak serikat pekerja RSBT sudah melaporkan dan mendaftarkan diri masalah ini, ke pengadilan negeri dengan no 01/Bip/PHI/II/2016/PN.Pgp. adapun tuntutanya berupa perhitungan skala upah, fasilitas kesehatan pekerja dan BPJS ketenagakerjaan tetap, " ucapnya.

Halaman
12
Penulis: zulkodri
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help