Transaksi Penjualan 6 Gadis Terbongkar, Pelaku Coba Sogoh Polisi

Sayfudin yang merupakan pemilik kafe bandara di Bau-bau, meminta orang untuk dipekerjakan di kafe miliknya

Transaksi Penjualan 6 Gadis Terbongkar, Pelaku Coba Sogoh Polisi
ilustrasi kasus pencabulan 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Finneke Wolajan

BANGKAPOS.COM, MANADO - Tim Resmob Manguni Polda Sulut berhasil menggagalkan pengiriman enam gadis korban human trafficking, Selasa (2/8/2016) malam.

Tim Manguni I di bawah pimpinan Iptu Dorman Liwo, menangkap dua pelaku yakni Sayfudin (50), warga Bau-bau, Sulawesi Tenggara dan Yeni Esing (40), warga Kelurahan Bitung Tenga, Kecamatan Maesaan, Bitung, di kompleks Pasar Sagrat.

Dari informasi yang dirangkum di Mapolda Sulut, Sayfudin yang merupakan pemilik kafe bandara di Bau-bau, meminta orang untuk dipekerjakan di kafe miliknya terhadap pelaku Yeni.

Kemudian, pelaku Yeni menawarkan enam orang gadis, empat di antaranya warga Manado dan dua warga Bitung.

Modus yang dilakukan pelaku, dengan menawarkan pekerjaan sebagai pelayan di rumah makan.

Mereka rencananya akan diberangkatkan Selasa malam ke Kabupaten Bau-bau, melalui pelabuhan Bitung. Mereka diciduk saat sedang berkemas untuk berangkat.

Menurut pengakuan salah seorang korban, dirinya ditawari pelaku Yeni untuk bekerja di rumah makan milik Sayfudin, dengan bayaran sebesar Rp 2,8 juta per bulan.

"Katanya kita akan bekerja di restoran. Makanya saya terima tawarannya, kebetulan juga saya sedang butuh pekerjaan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi menjelaskan, seminggu sebelum penangkapan, tim telah melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved