Komentar Ahok Soal KTP Tolak Gubernur Arogan, 'Kambing Dibedakin Bisa Jadi Gubernur'

"Kamu ngumpulin orang 1 juta aja enggak percaya, kumpulin ada 3 juta nanti kan yang tentukan di pemilihan 15 Februari saja,"

Komentar Ahok Soal KTP Tolak Gubernur Arogan, 'Kambing Dibedakin Bisa Jadi Gubernur'
Tribunnews.com/ Valdy Arief
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meresmikan Taman Pandang Istana yang terletak di sisi silang barat laut kawasan Monumen Nasional (Monas), Sabtu (30/7/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkomentar soal upaya pengumpulan 3 juta KTP untuk menolak gubernur arogan.

Meskipun tidak ditulis spesifik nama Basuki dalam formulir yang disebar forum RT dan RW, gubernur arogan seolah mengarah kepada Basuki.

"Kamu ngumpulin orang 1 juta aja enggak percaya, kumpulin ada 3 juta nanti kan yang tentukan di pemilihan 15 Februari saja," ujar Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (3/8/2016).

Basuki atau Ahok mengatakan seandainya 3 juta KTP untuk menolaknya benar-benar terkumpul, maka siapapun yang head to head dengannya akan langsung menang.

Tiga juta orang tersebut pasti tidak akan memilih Ahok dan memilih rivalnya.

Jika kehilangan 3 juta suara dari total daftar pemilih tetap di Jakarta, Ahok pesimistis bisa menang.

Rivalnya pun bagai ketiban durian. Tanpa perlu memiliki program dan kualitas baik, 3 juta orang akan memberikan suara kepada rivalnya.

"Istilah politiknya, kambing dibedakin pun kalau dicalonin dapat 3 juta suara loh, kan sederhana," ujar Ahok.

Ahok pun menyayangkan bahwa kampanye politik saat ini tidak lagi menawarkan program-program.

Sebaliknya, kekalahan Ahok menjadi hal yang paling penting daripada program itu sendiri.

"Sekarang kan bagaimana Ahok enggak bisa jadi Gubernur lagi. Kalau begitu benar, berarti kalau kambing dibedakin ikut Pilkada juga bisa jadi Gubernur, asal bukan Ahok pokoknya," ujar Ahok.

Formulir dukungan berkop Forum RT RW DKI Jakarta beredar di sebuah sekolah taman kanak-kanak di Jakarta Timur.

Salah satu orangtua murid di TK itu, Il (41), mengaku diminta pihak sekolah untuk mengisi formulir dukungan tersebut saat acara halalbihalal yang berlangsung pada Jumat (29/7/2016).

Formulir itu menyatakan membutuhkan 3 juta KTP untuk menolak pemimpin yang arogan, zalim, temperamental, melemahkan, dan melecehkan lembaga RT RW.(Jessi Carina)

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved