Harga Lada Terus Menurun, PWPM Babel Minta Pemerintah Bantu Petani

Dari harga Rp 140.000 per kg harga lada terus turun hingga mencapai Rp 113.000/kg ditingkatan petani.

Harga Lada Terus Menurun, PWPM Babel Minta Pemerintah Bantu Petani
bangkapos.com/Riki Pratama
Yanto petani lada asal Desa Jeriji sedang memetik lada di kebun miliknya, Rabu (3/8/2016)

Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Babel memberikan respon terhadap polemik harga lada yang terus anjlok dalam dua minggu terakhir membuat para petani lada resah.

Satu bulan lalu harga lada masih normal yaitu berkisar Rp 135.000-Rp 140.000/kg. Sekarang harga lada terus turun hingga mencapai Rp 113.000/kg ditingkatan petani.

"Ini cukup memprihatin mengingat biaya produksi yang cukup besar yaitu mencapai Rp 50.000/btg, belum lagi gagal panen mengancam para petani karena banyak tanaman lada terserang penyakit belakangan ini", ungkap Jafri Wakil Ketua Bidang Buruh Tani dan Nelayan (Brutal) PW Pemuda Muhammadiyah Babel kepada bangka pos.com, Jumat (6/8/2016).

Menurut Jafri, persoalan turunnya harga komoditas lada tersebut menimbulkan banyak spekulasi yang muncul.  Mulai produktivitas hasil panen yang melimpah, nilai tukar dolar yang melemah hingga adanya kongkalikong antara sesama pengusaha besar yang bermain ditingkat eksportir dan bursa harga dunia.

"Persoalannya kita tidak hanya terjebak dengan soal perawatan dan penanggulangan penyakit saja, tetapi bagaimana solusi terbaik dari pemerintah Propinsi, Kabupaten, DPRD dan stake holder terkait lainya dalam melindungi petani dan menstabilkan harga. Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oleh elit politik tertentu menjelang pilgub 2017 nanti demi popularitas," ungkapnya.

Bahkan kata Jafri, petani harus dilindungi seperti yang diamanatkan UUD 1945 tentang hak dasar ekonomi rakyat Indonesia. Stabilitas harga harus dijamin oleh legislasi yang kuat dan akomodatif untuk petani.

"Jangan sampai harga selalu dipermainkan oleh mafia/oknum tertentu, negara harus hadir dalam kondisi ini. Oleh karena itu harus ada solusi terbaik dari pemerintah dan lembaga terkait untuk melindungi petani kita," ujar Jafri.

Penulis: agusrya
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved