Kapolres Belitung Bantah Ada Surat Tilang Palsu

Kabar adanya dugaan penggunaan surat tilang palsu beredar di Belitung.

Kapolres Belitung Bantah Ada Surat Tilang Palsu
bangkapos.com/dok
Kapolres Belitung, AKBP Sunandar.

BANGKAPOS.COM,TANJUNGPANDAN -- Kabar adanya dugaan penggunaan surat tilang palsu beredar di Belitung.

Bahkan kasus itu disebut-sebut menyeret seorang perwira pertama di jajaran Polres Belitung. Akibatnya, perwira berinsial AA itu telah dimutasikan ke Polda Babel.

Pos Belitung yang mencoba menelusuri kebenaran penggunaan surat tilang palsu itu, belum dapat menemukan bukti kongkrit.

Menurut informasi yang dihimpun, Pos Belitung, Dugaan surat tilang palsu itu terungkap setelah seorang pengendara yang mengaku ditilang, meminta kerabatnya untuk menyelesaikan pelanggarannya.

Namun setelah di kantor polisi, surat tilang itu sebut-sebut fisiknya berbeda jauh dari surat tilang resmi yang dikeluarkan Korlantas Mabes Polri.

Kapolres Belitung, AKBP Sunandar membantah kabar adanya sudat tilang palsu yang beredar. Namun ia mengakui soal perwira pertama berinisial AA yang dimutasi ke Polda Babel. Ia menyebut mutasi AA tidak ada kaitan dengan surat tilang.

"Dia (AA) dimutasi (ke Polda) karena ada dugaan penyalahgunaan wewenang. Sekarang sudah ditangani Polda," kata Sunandar ketika dikonfirmasi Pos Belitung, Kamis (4/8).

Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun'im juga membantah dugaan pemalsuan tilang tersebut. Ia menyebut Bidang Propam dan Direktorat Lantas Polda Babel sudah melakukan pengecekan ke lapangan, beberapa waktu lalu.

"Kabar itu sudah kami cek lapangan, tapi tidak ditemukan dugaan adanya tilang paslu. Yang bersangkutan diusulkan mutasi, karena dinilai tidak bisa melakukan wasdal (pengawasan dan pengendalian) terhadap para anggotanya," kata Mun'im, Kamis.

Menurutnya, dulu terdapat prosedur tilang, yaitu pelanggar bisa titip denda tilang kepada petugas, dan petugas secara langsung bisa menyetorkan denda tilang tersebut ke Bank. Namun kondisi saat ini, petugas tidak boleh menerima titipan denda tersebut, guna menghilangkan anggapan negatif masyarakat.

"Tapi kondisi di Belitung kemarin, masih ada petugas yang mau menerima titipan denda tilang yang seharusnya sudah tidak boleh. Sehingga Kapolres Belitung memberikan tindakan tegas terhadap AKP AA, yang dinilai tidak bisa melakukan wasdal terhadap anggotanya dan dilakukan sidang disiplin," ujarnya. (N3)

Baca beritanya di Harian Pagi Babel News.

FOLLOW Twitter @bangkapos dan LIKE Halaman Facebook: bangkapos

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved