Obesitas Lebih Berbahaya dari Kolesterol dan Hipertensi

Obesitas akibat aktivitas fisik yang kurang memiliki risiko yang lebih besar ketimbang risiko tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.

Obesitas Lebih Berbahaya dari Kolesterol dan Hipertensi
KOMPAS.com/Reni Susanti
Arya Permana (10) penderita severe obesity (obesitas) tiba di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk menjalani perawatan, Senin (11/7/2016). Arya yang mempunyai berat badan 189,5 kg tersebut rencananya akan ditangani 13 dokter spesialis RSHS untuk mengobati masalah kesehatannya. 

BANGKAPOS.COM - Kegemukan ataupun obesitas dapat memotong harapan hidup panjang sama seperti perokok aktif, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal European Journal of Preventive Cardiology.

Para peneliti mengukur kapasitas aerobik hampir 800 orang berusia 50 tahun sejak tahun 1967.

Penelitian ini terus berlanjut sampai tahun 2012, di mana peserta yang masih hidup masih diikutsertakan dalam pengujian oleh peneliti.

Kapasitas aerobik merupakan ukuran kebugaran fisik. Kapasitas aerobik akan semakin baik bila seseorang rutin bergerak aktif, seperti berolahraga.

Orang-orang dengan kapasitas aerobik terendah memiliki risiko 21% lebih tinggi untuk mati muda ketimbang orang dengan kapasitas aerobik menengah dan risiko 42% lebih tinggi dari kematian dini ketimbang orang dengan kapasitas aerobik terbaik.

Studi ini menegaskan dampak kesehatan dari kebugaran fisik selama periode waktu yang cukup panjang.

Studi juga menemukan kegemukan atau obesitas akibat aktivitas fisik yang kurang memiliki risiko yang lebih besar ketimbang risiko tekanan darah tinggi atau Kolesterol tinggi.

Bahkan, pria yang memiliki tekanan darah atau masalah Kolesterol masih cenderung hidup lebih lama, ketimbang pria gemuk dengan tekanan darah yang baik dan Kolesterol normal.

"Manfaat aktif secara fisik selama seumur hidup sudah sangat jelas," kata penulis studi Dr Per Ladenvall dalam siaran pers.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan, 80% pria Amerika tidak memenuhi rekomendasi kekuatan aerobik yang baik. Tetapi kabar baiknya, tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai meningkatkan kebugaran di usia berapapun.

"Setelah mengurangi merokok," kata Ladenvall dalam siaran pers. "Tantangan utama berikutnya adalah untuk menjaga tubuh tetap aktif secara fisik dan juga untuk mengurangi aktivitas seperti duduk berkepanjangan." (Yahoo News)

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved