Tidak Ada APBD Pangkalpinang Mengendap di Bank, Kecuali Deposito

Sekda Kota Pangkalpinang, Ratmida Dawam menegaskan tidak ada uang APBD Kota Pangkalpinang yang parkir di Bank.

Tidak Ada APBD Pangkalpinang Mengendap di Bank, Kecuali Deposito
Bangka Pos / Zulkodri
Plt Sekda Kota Pangkalpinang, Ratmida Dawam.

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sekda Kota Pangkalpinang, Ratmida Dawam menegaskan tidak ada uang APBD Kota Pangkalpinang yang parkir di Bank.

Penegasan Ratmida menanggapi pernyataan Presiden Jokowi, bahwa uang APBD sejumlah daerah hingga Juli 2016 masih terparkir di bank sehingga menyebabkan kelesuan ekonomi daerah.

"Pernyataan itu, terungkap kemarin saat kita mengelar rapat TPID di Jakarta. Pak Jokowi membeberkan ada lima Provinsi yang dana APBD terparkir di Bank, yang nilainya triliunan hingga capai 100 triliun. Kalau Babel tidak ada dikatakan, termasuk Pangkalpinang," ujarnya kepada bangkapos.com, Jumat (05/08/2016).

Dikatakan Ratmida sepengetahuan dirinya, untuk Kota Pangkalpinang, tidak ada uang APBD yang terpakir di Bank. Kecuali deposito yang memang disimpan untuk menambah PAD.

"Kalau kita tidak ada, kita tidak punya uang banyak, mana ada duitnya. Kalau deposito ada sekitar 30 miliar, dan itu tidak mempengaruhi perekonomian. Tapi angka pasti silahkan tanya pak Yunan (kepala DPPKAD) saya sedang di Jakarta," ucapnya.

Secara teknis, termasuk proyek skala besar saat ini, lanjut Ratmida sudah berjalan bahkan hingga Juli 2016 lalu kegiatan di Pemkot Pangkalpinang sudah 50 persen.

"Proyek rumah sakit saat ini, sudah berjalan, tidak ada proyek skala besar yang belum jalan. Kegiatan SKPD juga sudah 50 persen," ucapnya.

Terpisah Kepala DPPKAD Kota Pangkalpinang, Yunan Helmi ketika dikonfirmasi membenarkan uang yang terparkir di Bank dalam bentuk deposito.

Itupun sifatnya sementara tidak tetap, bahkan ketika kegiatan sudah berjalan langsung dirubah kedalam Giro.

"Uang APBD, tidak ada yang parkir di Bank. Kalau yang dialihkan ke Deposito itu, sekitar 30-40 miliar, bunganya langsung masuk ke pendapatan lain-lain. Kalau angka pasti uang APBD yang di Bank harus ke kantor dulu, buka datanya, saya saja baru pulang dari Jakarta sore tadi," ucapnya.

Dijelaskan Yunan, uang yang ditransfer dari pemerintah pusat itu biasanya ditransfer perbulan dalam bentuk Giro, termasuk DAK maupun DAU. Sejauh ini, menurutnya keuangan Pemkot cashflownya bagus.

"Memang ketika Januari hingga April, tidak ada kegiatan jadi uang yang masuk kita alihkan ke deposito, kita ambil bunganya dan masuk ke pendapatan lain-lain. Nah untuk Agustus September ini, biasanya kegiatan infrastruktur cair, langsung kita cairkan, termasuk kemarin uang muka pembangunan RSUD Depati Hamzah kita cairkan sebesar Rp 30 miliar untuk uang muka. Jadi tidak ada istilah terparkir di Bank. Kalau saatnya dicairkan, langsung kita cairkan, " ucapnya.

Penulis: zulkodri
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved