Jaga Kebun, Kakek Tenteng Senapan Serbu AK-47 Buatan Rusia

Anggota Polsek Rambutan mendapati dua pucuk senjata api laras panjang di pondok kebun Erwani.

Jaga Kebun, Kakek Tenteng Senapan Serbu AK-47 Buatan Rusia
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Erwani (duduk) kedapatan memiliki dua pucuk senjata api laras panjang ketika dibekuk petugas di pondok sawah Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Minggu (7/8/2016). 

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG - Erwani (51) tak berkutik saat dikepung petugas dengan diiringi suara tembakan peringatan di sebuah pondok tengah sawah Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Minggu (7/8/2016).

Meskipun sempat kabur melarikan diri di tengah sawah, Erwani hanya pasrah dengan posisi tertelungkup dan kedua tangannya di atas kepala.

Suara tembakan peringatan petugas ke udara yang dipimpin langsung Kapolsek Rambutan AKP Heryanto, mampu menghentikan langkah kakek dua cucu ini untuk kabur.

Erwani dibekuk petugas, atas informasi masyarakat yang melaporkan telah memiliki senjata api tanpa izin.

Saat digeledah petugas di dalam pondok miliknya, petugas Reskrim Polsek Rambutan mendapatkan dua pucuk senjata api laras panjang.

Diantaranya satu pucuk senjata api laras panjang jenis senapan serbu tipe AK-47 buatan Rusia dan satu pucuk senjata api laras panjang rakitan yang sudah dimodifikasi.

Ketika diintogerasi petugas, Erwani mengakui telah tiga tahun lamanya memiliki senjata api yang termasuk sudah menjadi senjata legendaris.

Namun Erwani mangatakan senjata api itu sama sekali tidak pernah digunakannya untuk kejahatan.

Erwani mengakui senjata api didapat dari temannya secara cuma-cuma dan bukan dibeli.

"Saya dikasih Mar, tapi Mar sekarang sudah meninggal dunia. Senjata ini cuma saya gunakan pada malam hari untuk menjaga kebun karet dan sawah saja. Satu senjata itu cuma rakitan, gagangnya saya bikin sendiri dari kayu dengan contoh senjata dari Mar (senjata AK-47)," ujar Erwani.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help