Delapan Tahun Ipin Menggeluti Tambak Ikan Air Tawar, Hasilnya Bisa Bikin Rumah dan Beli Mobil

Delapan tahun bergelut dengan ikan air tawar, akhirnya mampu merubah kehidupan Ipin.

Delapan Tahun Ipin Menggeluti Tambak Ikan Air Tawar, Hasilnya Bisa Bikin Rumah dan Beli Mobil
IST
Petani tambak ikan air tawar, Ipin (kiri) sedang memberi makan ikan lele di salah satu tambaknya, di Sawah Besar Kelurahan Tuatunu Kota Pangkalpinang, Minggu (7/8/2016). 

Laporan wartawan bangkapos.com, dodi hendriyanto

BANGKA, BANGKAPOS.COM -- Delapan tahun bergelut dengan ikan air tawar, akhirnya mampu merubah kehidupan Ipin. Secara ekonomi keluarga Ipin kini berkecukupan. Meski tidak tergolong mewah, namun rumah dan kendaraan roda empat kini sudah parkir di halaman rumah.

Sebelumnya, pria 47 tahun asal Pagar Alam Sumsel ini harus berganti-ganti pekerjaan sebagai buruh harian. Hampir duapuluh tahun Bang Ipin --begitu Ia akrab disapa-- membanting tulang dari proyek yang satu ke proyek yang lainnya. Ia bekerja sebagai buruh bangunan dan serabutan hampir di seluruh penjuru Pulau Bangka.

Hidup Bang Ipin mulai berubah ketika Ia melihat aktivitas paman istrinya yakni Arifin Rozak di akhir tahun 2007. Bang Ipin melihat paman istrinya ini sangat ulet memelihara ikan air tawar di tambak sekitar rumah.

Melihat keuntungan yang diperoleh pamannya ini, Ipin mulai berpikir, mengapa dirinya harus membanting tulang bekerja dengan Bos, jika dirinya sendiri bisa mandiri. Ipin tidak menyiakan waktu, setelah mantab ingin mengikuti jejak Arifin Rozak, Bang Ipin mulai mencari tanah untuk lokasi tambak.

Ia beruntung tanah kosong di dekat tambak pamannya dijual. Lokasi tanah ini berada di wilayah Sawah Besar Kelurahan Tuatunu Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang. Tanah berukuran sekitar 2.500 m2 akhirnya ia beli dengan duit Rp 5 juta hasil pinjaman dari Sang Bos tempatnya menjadi kuli bangunan.

"Mendengar keinginan saya, ternyata Bos dukung. Ia pinjamin Rp 5 juta dan dibayar nyicil. Si Bos bilang, sebelum usaha saya menghasilkan jangan berhenti dulu," kenang Ipin.

Tekad memperbaiki kehidupan menjadi modal badi Bang Ipin. Berbekal tanah seluas 2.500 m2, Ia buatkan tambak. Hanya bermodalkan cangkul dan sekop, Bang Ipin mulai membuat tambak. Pekerjaan ini Ia lakukan sendiri setiap sore sehabis bekerja menjadi buruh.

"Alhamdulillah di awal tahun 2008 akhirnya saya bisa membuat 3 tambak ukuran sekitar 10m x 10 m," ujar Ipin.

Tabungan yang tidak seberapa yang dikumpulkan setiap gajian, akhirnya dibelikan Ipin bibit ikan patin dan lele. Aktivitas hidup Ipin pun mulai begeser menjadi petambak ikan.

Halaman
12
Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved