Pola Makan Tidak Seimbang, Penderita Hipertensi di Bangka Tertinggi

Penderita penyakit hipertensi di Kabupaten Bangka termasuk tertinggi diantara penyakit-penyakit tidak menular.

Pola Makan Tidak Seimbang, Penderita Hipertensi di Bangka Tertinggi
bangkapos.com/Nurhayati
Anggia Murni 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penderita penyakit hipertensi di Kabupaten Bangka termasuk tertinggi diantara penyakit-penyakit tidak menular.

Dalam satu tahun rata-rata angka penderita hipertensi di Kabupaten Bangka bisa mencapai 25 hingga 30 persen. Padahal rata-rata penderita hipertensi secara nasional hanya mencapai 21 persen.

Kondisi ini terjadi karena pola makan masyarakat di Kabupaten Bangka yang tidak seimbang. .

"Hipertensi dari penyakit tidak menular nomor satu, urutan pertama dari penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular ini ada kanker, stroke, diabetes dibanding penyakit itu yang tertinggi adalah hipertensi. Dalam satu tahun mungkin sekitar 25 hingga 30 persen dari penyakit-penyakit tidak menular lainnya," kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Anggia Murni
kepada bangkapos.com, Selasa (9/8/2016) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka.

Diakuinya, angka penderita hipertensi di Kabupaten Bangka dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Tinggi konsumsi garam, apalagi sebagian besar masyarakat di Kabupaten Bangka menyukai seafood atau makanan laut yang banyak mengandung kolesterol sehingga bisa memicu terjadinya penyakit hipertensi.

"Terjadinya penumpukan plak di dalam pembuluh darah, penyebabnya kalau kita suka makan seafood kan ada kolesterol, nah kolesterol ini ada dalam pembuluh darah. Mengapa bisa menyebabkan darah tinggi karena padatnya plak dari kolesterol dalam pembuluh darah, seperti pipa kalau banyak lumut jika terisi air maka tekanannya tinggi dan kuat. Di badan kita ini juga ada jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh kalau didalam pembuluh darah banyak plak atau kotoran dia nggak lancar jadi tekanan darah tinggi," jelas Anggia.

Menurutnya, jika dalam pembuluh darah tekanannya tinggi dikhawatirkan pembuluh darah pecah yang mengakibatkan terjadinya stroke.

"Kalau pembuluh darah pecah terutama dibagian otak yang kita khawatirkan bisa stroke ya kalau masih bisa tertolong," ungkap Anggia.

Selain itu bagi penyuka mie instan harus waspada jangan terlalu sering mengkonsumsinya, karena bisa saja menyebabkan menderita hipertensi dengan tingginya kadar garam dan penyedap di dalam mie instan.

"Dianjurkan setiap hari kita mengkonsumsi setengah sendok teh garam, empat sendok makan gula dan dua sendok minyak goreng. Jadi harus ditakar makanannya," jelas Anggia.

Apalagi jika ada keturunan penderita hipertensi maka pola konsumsi menurutnya harus benar-benar dijaga.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help