Pondreng, Pembunuh Berdarah Dingin Ibu dan Anak Itu Bakal Jadi Napi Eksekusi Mati Pertama di Babel

Sumardi alias Pondreng, pelaku pembunuhan sadis ibu Risma dan anak balitanya yang baru berumur 2 tahun bernama Selly

Pondreng, Pembunuh Berdarah Dingin Ibu dan Anak Itu Bakal Jadi Napi Eksekusi Mati Pertama di Babel
dok bangkapos
Pondreng saat mendengar vonis hukuman seumur hidup yang dibacakan Hakim PN Sungailiat, Rabu (1/7/2015) lalu. Namun selanjutnya putusan MA memutuskan ia dijatuhi hukuman mati 

BANGKAPOS.COM--Sumardi alias Pondreng, pelaku pembunuhan sadis ibu Risma dan anak balitanya yang baru berumur 2 tahun bernama Selly bakal menjadi terpidana mati pertama yang dihukum mati diwilayah provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Namun, kendati Mahkamah Agung (MA) RI telah memutuskan Sumardi alias Pondreng dihukum mati, namun eksekusi tembak pada terpidana pembunuh berencana di Bangka itu belum dilaksanakan.

Pembunuhan sadis yang dilakukan Sumardi alias Pondreng sendiri terjadi pada tanggal 3 September 2014 silam di sebuah kebun sawit di Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah.

Pondreng menghabisi Risma dengan menikam tubuh wanita itu berkali-kali menggunakan pisau lalu tanpa belas kasihan membunuh anaknya Selly yang baru berumur 2 tahun dengan cara membenamkan tubuh mungil anak itu kedalam air.

Jasad ibu dan anak korban pembunuhan Pondreng sendiri ditemukan warga sudah membusuk.

Jaksa Ekskutor dari Kejari Koba, Izhar menyebut eksekusi. belum dilakukan karena belum ada petunjuk dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

"Eksekusinya tinggal tunggu petunjuk dari Kejagung," kata Jaksa Eksekutor, Izhar, mewakili Kepala Kejari Koba dikonfirmasi Bangkapos.com, Senin (8/8/2016). terkait putusan kasasi Mahkamah Agung, beberapa waktu lalu.

Diakui Izhar, tuntutannya selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat sidang, beberapa waktu silam, awalnya tak dikabulkan oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat. Hakim PN Sungailiat ketika itu hanya menjatuhkan Pondreng pidana hukuman seumur hidup. Jaksa Izhar tak puas dengan putusan ini, sehingga naik banding dan kasasi, dan akhirnya MA mengabulkan tunutan tadi.

"Jadi putusan kasasi (MA) tinggal eksekusinya saja," kata Izhar.

Saat ditanya, bagaimana dengan upaya kasasi yang khabarnya pernah diajukan Pondreng ke Presiden RI, sebagai langkah mohon keringanan hukuman? Izhar menepisnya.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved