Olimpiade Rio

Si Manusia Air Peraih 19 Emas Renang Olimpiade Ternyata Pakai Pengobatan Tradisional Bekam

Phelps bahkan mengunggah video pendek ketika dirinya melakukan teknik yang ia sebut dengan “Rule Yourself” itu.

Si Manusia Air Peraih 19 Emas Renang Olimpiade Ternyata Pakai Pengobatan Tradisional Bekam
instagram
Bekas bekam di tubuh perenang AS Phelps 

BANGKAPOS.com - Ada pemandangan yang tidak biasa terlihat di Olimpiade Rio 2016. Di punggung beberapa atlet, terdapat totol-totol merah kehitaman yang biasa disebut dengan bekam. Seperti di punggung peraih medali emas Olimpiade terbanyak di dunia, Michael Phelps.

Si Manusia Air, atau flying fish Phelps, berhasil mendapatkan medali emas ke-19 di Olimpiade Rio 2016. Itu artinya, ia adalah atlet dengan medali emas terbanyak di ajang empat tahunan itu.

Tak hanya Phelps, pesenam Amerika Serikat Alex Naddour, juga melakukan terapi bekam ini.

Pesenam AS Naddour menunjukkan bekas bekam di tubuhnya

Teknik ini biasanya menggunakan cangkir kaca kecil yang dipanaskan yang ditempelkan di kulit. Cangkir ini nantinya akan ditarik kembali untuk mengendurkan otot-otot dan meningkatkan aliran darah. Setelah diangkat, cangkir ini biasanya akan meninggalkan jejak memar melingkar berwarna merah kehitaman.

Bekam adalah terapi pengobatan nyeri yang populer di Timur. Seiring dengan berjalannya waktu, terapi ini juga dipelajari oleh negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, terlebih dengan banyaknya atlet yang mempraktikkan metode ini.

Bekam, digunakan untuk membantu aliran darah di daerah nyeri. Teknik-teknik bekam yang digunakan juga sangat sederhana, yakni menggunakan cangkir yang dipanaskan; dan Phelps mengaku sangat menikmati terapi itu. Phelps bahkan mengunggah video pendek ketika dirinya melakukan teknik yang ia sebut dengan “Rule Yourself” itu.

Phelps menjalani terapi bekam

“Mungkin dengan ini publik Amerika Serikat jadi tahu dan mungkin mendorong adanya penelitian dan pengawasan lebih lanjut untuk membuat bekam sebagai pengobatan potensial, yang akan membantu banyak orang dengan nyeri muskuloskeletal khusus,” ujar Dr. Charles Kim, spesialias rehabilitasi di Langone Medical Center, New York University, kepada Mashable.

Apa itu bekam?

Halaman
12
Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved