Konsumsi Rokok di Babel Tertinggi di Indonesia, Rata-rata 18,3 Batang Rokok Per Hari

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013 yang dilakukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Provinsi Bangka Belitung

Konsumsi Rokok di Babel Tertinggi di Indonesia, Rata-rata 18,3 Batang Rokok Per Hari

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013 yang dilakukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Provinsi Bangka Belitung merupakan daerah tertinggi pengisap rokok di Indonesia.

Perokok aktif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia dengan rata-rata 18,3 batang rokok per hari, sementara angka nasional hanya 12 batang per hari.

Tingginya angka perokok aktif di Babel ini berdasarkan data riskesdas menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr Then Suyanti melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Anggia Murni perlu dilakukan upaya untuk mencegah agar jumlah perokok tidak semakin bertambah.

Untuk itu Kementerian Kesehatan mempunyai program UBM yakni Upaya Berhenti Merokok yang harus ada di klinik-klinik puskesmas.

"Sekarang ini di Kabupaten Bangka belum ada TOT, pelatihan khusus untuk itu, yang ada baru di Bangka Barat dan Belitung Timur yang sudah dilatih tingkat nasional. Petugas kita dilatih bagaimana cara konseling, mengkonsultasi orang yang mau berhenti merokok," jelas Anggia kepada bangkapos.com, Selasa (9/8/2016) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka.

Selain itu perlu sosialisasi mengenai bahaya rokok terutama kepada para siswa di sekolah. Targetnya mengurangi anak usia 15 tahun yang merokok.

"Saya pikir anak usia 15 tahun sudah banyak yang merokok. Mengapa harus usia 15 tahun, usia itu adalah anak-anak remaja sangat rentan dan mau coba-coba, tetapi kalau usianya sudah diatas 17 tahun, sudah dewasa kalau dia perokok akan sangat sulit untuk menghentikan ia merokok," ungkap Anggia.

Menurutnya jika pada usia 15 tahun anak tidak merokok dan tidak pernah mencoba merokok jika mereka diberikan sosialisasi mengenai bahaya merokok dan mengetahui bahayanya merokok, kemungkinan ke depannya tidak merokok.

Selain itu upaya yang dilakukan Pemkab Bangka, dibagian promosi kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka pada tahun 2016 ini, akan membuat kabin-kabin untuk perokok di kantor-kantor.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved