Boleh Ada PR Bagi Siswa Tapi Jangan Terlalu Banyak

Pekerjaan rumah yang dibebankan para guru terkadang menjadi momok yang menakutkan siswa.

Boleh Ada PR Bagi Siswa Tapi Jangan Terlalu Banyak
bangkapos.com/dok
Ilustrasi siswa SD 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pekerjaan rumah yang dibebankan para guru terkadang menjadi momok yang menakutkan siswa.

Mereka merasa terbebani oleh PR-PR sekolah. Kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh para siswa tetapi juga orang tua.

Karena itu timbullah adanya gerakan Jangan Berikan Siswa PR Lagi karena dianggap telah menghilangkan kebahagiaan sejati anak-anak. PR juga dinilai telah menghalangi interaksi dan aktivitas anak-anak dengan lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar rumah.

Apalagi sebelumnya Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menilai
beban pendidikan yang terlalu berlebihan untuk anak SD tidak bagus untuk tumbuh kembang anak.

Menurut Anies, lebih baik bila siswa mengerjakan semua tugas di sekolah tanpa harus dibebani banyak PR.

Mengenai adanya gerakan Jangan Berikan Siswa PR Lagi, menimbulkan pro kontra di nalangan orang tua siswa.

Beberapa orang tua saat dimintai pendapatnya oleh bangkapos.com mengenai gerakan tersebut, justru setuju anak diberikan PR oleh para guru di sekolah. Namun ada batasan-batasan tertentu dimana tidak setiap hari dan tidak membebani dengan PR yang banyak.

Seperti yang diungkapkan Yudi, Warga Sungailiat yang anaknya kelas II di sekolah dasar swasta ini menilai adanya pekerjaan rumah untuk anak justru membuat anak bisa belajar kembali materi yang telah disampaikan guru di sekolah.

"Kalau ada PR, secara tidak lansung anak sambil belajar kembali materi yang disampaikan oleh guru saat di jam pelajaran," ungkap Yudi.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved