Bus Umum Susah, Siswa SMKN 1 dan SMAN 1 Mendobarat Menumpang Kendaraan Pribadi

Anak-anak yang bersekolah di SMKN 1 dan SMAN 1 Mendobarat harus terpaksa memberhentikan kendaraan pribadi untuk pulang ke rumah

Bus Umum Susah, Siswa SMKN 1 dan SMAN 1 Mendobarat Menumpang Kendaraan Pribadi
bangkapos.com/Resha Juhari
Anak-anak sekolah menengah atas (SMA) saling membantu teman mereka untuk menaiki mobil pribadi yang mereka berhentikan sepulang sekolah karena minim angkutan umum yang melintas di jalan raya Petaling, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka, Rabu (10/8/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Resha Juhari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Karena minimnya angkutan umum yang melintas di Jalan Raya Petaling, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu (10/8/2016) anak-anak yang bersekolah di SMKN 1 dan SMAN 1 Mendobarat harus terpaksa memberhentikan kendaraan pribadi untuk pulang ke rumah masing-masing usai pulang sekolah.

Pantauan Bangkapos.com anak-anak sekolah itu berkumpul di ruas-ruas jalan raya Petaling, yang tidak jauh berada di Kampus Stain. Sesekali mereka bergantian melambaikan tangan kearah mobil yang melintas di jalan itu.

Keberuntungan menjadi faktor utama dalam memberhentikan kendaraan pribadi, diantara mobil yang melintas hanya beberapa saja yang berbaik hati memberi mereka tumpangan ke Kampung tujuan anak-anak itu.

Salah satu anak sekolah yang enggan memberitahu namanya mengatakan, sebetulnya ada kendaraan bis yang melintas tetapi bis itu tidak setiap jam ada dan selalu penuh dengan penumpang.

"Ada bis bang, cuman kadang penuh. Jadi kami kadang berdesakan, trus kadang lewat kadang engga. Hampir setiap kali yah kami memberhentikan mobil pribadi yang lewat, dari pada tidak pulang," ungkapnya.

Anak perempuan berkerudung itu pun mengatakan ke Bangkapos.com mereka selalu dianjurkan oleh guru sekolah agar tidak menumpang kendaran pribadi seorang diri dan harus bersama-sama. Itu dilakukan karena khawatir serta menghindar terjadinya hal-hal yang tidak diingikan seperti tindak kejahatan.

"Kalau ada pelajaran ekstra kulikuler atau latihan drum band, kami kadang-kadang sudah mendekati magrib tiba di rumah. Kalau terpaksa mobil Truk pun kami naiki." keluh dia.

Namun, tidak semua anak-anak yang harus memberhentikan kendaraan pribadi untuk pulang. Bagi mereka yang memeliki kendaraan motor, bisa tiba di rumah lebih awal setelah pulang sekolah dan ada juga yang rumahnya berada dekat sekolah memilih untuk berjalan kaki.

Penulis: Resha Juhari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved