Mengintip Desa Penghasil Ganja, Meskipun Hasilkan Ganja Terbaik Dunia, Warganya Jauh Dari Makmur

Di Himalaya India, desa-desa kecil berkembang dengan menanam ganja. Sebuah desa, betengger di gunung dengan ketinggian 9.000 kaki

Mengintip Desa Penghasil Ganja, Meskipun Hasilkan Ganja Terbaik Dunia, Warganya Jauh Dari Makmur
Dok Kompas.com/autoblog
Ganja kering 

BANGKAPOS.COM--Sama seperti di Indonesia, kendati Ganja sudah dilarang oleh pemerintah, masih ada beberapa penduduk di wilayah Aceh yang membudidayakan tanaman ini di hutan yang jauh dari jangkauan aparat.

Di India hingga saat ini juga  masih banyak penduduk yang tinggal di pegunungan Himalaya membudidayakan tanaman ini.

Di Himalaya India, desa-desa kecil berkembang dengan menanam ganja.

Sebuah desa, betengger di gunung dengan ketinggian 9.000 kaki (2.700 meter) yang hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki.

Dengan pendakian yang memakan waktu selama tiga jam, ditumbuhi secara liar oleh Ganja di pegunungan Himalaya India, dan hampir tidak mungkin untuk dapat mengekang budidaya ilegal yang sudah menjadi tradisi.

Setelah memanen Cannabis Indica, para petani menghabiskan beberapa jam dengan menggosokkan getah dari bunga tanaman ini untuk membuat charas, sebuah jenis ganja yang dianggap sebagai jenis yang terbaik di dunia .

Ganja jenis ini dapat dihargai hingga 20 dollar per gram di negara barat. Ganja merupakan produk ilegal di India, namun banyak masyarakat desa yang sudah berpaling ke industri ganja karena kebutuhan finansial mereka.

Harga Charas setiap tahun semakin meningkat namun, para petani ini tetap hidup dengan kesederhanaan. Sebagian besar lahannya tidak berukuran besar, dan dari 50 tunas ganja hanya dapat memproduksi 10 gram charas.

Sadhus-Hindu, orang suci yang pergi ke Himalaya untuk melakukan meditasi merupakan orang pertama yang membuat Charas.

Ketika para kaum Hippies mulai mengikuti Sadhus menyusuri pegunungan di tahun 1970, para penduduk lokal, yang sudah merokok dengan campuran kasar dari getah ini dan beberapa bagian dari tanaman ini juga mulai mencoba untuk membuat charas juga.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved