Pesta Miras di Pos Ronda Dipergoki Guru, Dua Siswa dan Seorang Siswi Ditemukan Tidak Sadarkan Diri

Sebanyak lima pelajar Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) Negeri 5 Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dipergoki warga dan gurunya

Pesta Miras di Pos Ronda Dipergoki Guru, Dua Siswa dan Seorang Siswi Ditemukan Tidak Sadarkan Diri
net
Mabuk miras 

BANGKAPOS.COM--Sebanyak lima pelajar Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) Negeri 5 Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dipergoki warga dan gurunya sedang pesta miras di sebuah pos ronda di Jalan Balai Latihan Kerja, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Majene, tidak jauh dari sekolah mereka, Sabtu (13/8/2016) sore.

Tiga orang di antaranya bahkan tak sadarkan diri. Sementara dua siswa lainnya yang masih sadar, melarikan diri dari lokasi.

Ketiga pelajar yang tidak sadarkan diri tersebut yakni R seorang siswi yang duduk di kelas 11 jurusan TGB (Teknik Gambar Bangunan), A, siswa kelas 10 jurusan TPTU (teknik Pendingin & Tata Uap), dan H, siswa kelas 12 jurusan TGB.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Yusran yang didampingi oleh salah satu guru, datang menjemput ketiga siswanya tersebut di pos ronda, setelah mereka mendapat laporan dari warga setempat.

Saat dijemput, kondisi pelajar tersebut sudah tidak sanggup berdiri karena sedang mabuk berat. Untuk membopong ke sekolah mereka ketiga siswa ini terpaksa dibonceng warga menggunakan sepeda motor sambil diapit oleh sejumlah rekannya.

Selain mengamankan ketiga siswa mabuk tersebut, pihak sekolah juga menemukan muntahan berceceran di lantai pos ronda, satu kunci motor, sebungkus rokok dan beberapa puntung rokok, 5 botol bekas minuman keras, ponsel, tas sekolah milik A, kasur dan dua bungkus kemasan minuma ekstra suplemen Kuku Bima ukuran kecil berwarna ungu dalam kondisi sudah terbuka.

Barang-barang temuan yang diduga milik ketiga siswa tersebut diserahkan kepada Wakasek SMKN 5, Yusran.

“Ini barangkali yang diminum rasanya bau manyang (minuman keras daerah setempat), mungkin dicampurkan dengan obat,” ujar Amiruddin, warga setempat.

Yusran, membenarkan ketiga siswanya tersebut mengonsumsi suplemen kuku bima di campur air manyang. “Iya mereka mengaku mencampur air manyang,” tutur Yusran saat ditemui wartawan di sekolahnya.

Dia mengatakan para siswa memang kerap membuat ulah di luar sekolah. Untuk itu pihaknya akan kembali memanggil orang tua para siswa.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved