Darah Mengalir dari Perut Raja

Seorang warga Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan kena peluru karet di perut saat terjadi bentrokan antara warga dan TNI AU.

Darah Mengalir dari Perut Raja
Tribun Medan
Raja saat mendapat perawatan di Rumah Sakit Mitra Sejati, Medan, Senin (15/8/2016). 

BANGKAPOS.COM, MEDAN - Anggota TNI Angkatan Udara (AU) diduga menembakkan peluru karet saat bentrok dengan warga Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (15/8).

Akibatnya seorang warga kena peluru karet di perut. Raja mengaku, tidak menyangka kena peluru karet di bagian perutnya.

Pria bertubuh ceking ini mengaku, tiba-tiba merasa perih di bagian perut dan merasakan ada darah yang mengalir dari perutnya.

"Aku kaget pas tiba-tiba perutku perih. Pas kuliat darah sudah bayak kelaur melalui pinggangku," katanya di rumah sakit Mitra Sejati, Medan, kemarin.

Peristiwa tersebut berawal saat warga memblokade Jalan SMA Negeri 2 Medan dan persimpangan Komplek CBD Polonia Medan.

Penghalangan jalan ini dilakukan akibat pematokan sebidang tanah TNI AU di Jalan Pipa Medan. Tanah yang dipatok tersebut diklaim warga sebagai milik mereka.

"Subuh-subuh tanah itu dipatok. Mereka sudah suka-suka hati mengambil tanah kami," kata seorang warga, Hidayat.

Ratusan orang, yang didominasi ibu-ibu berteriak-teriak melontarkan tuduhan kalau aparat sudah merampas tanah mereka.

"Apa ini main patok-patok aja?" teriak mereka saat berunjuk rasa. Rekan Raja, Dian mengatakan, saat itu Raja tidak mengikuti unjuk rasa. Raja sedang membongkar teratak, yang dipasang di rumah warga. "Dia (Raja) waktu itu lagi kerja. Dia enggak ikut demo," katanya.

Selain Raja, seorang warga lainnya, Gunawan juga menderita luka bekas tembakan peluru karet di betis.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help