Mangrove Bisa Dijadikan Kerupuk, Begini Penjelasan Dr Delianis

Tanaman mangrove bisa dijadikan kerupuk, panganan (kue), tepung, selai dan sebagainya.

Mangrove Bisa Dijadikan Kerupuk, Begini Penjelasan Dr Delianis
Istimewa
Siswa/i SMK Negeri I Tukak Sadai dan mahasiswa KKN UBB Angkatan XI mencicipi kerupuk terbuat dari bahan mangrove ‘bikinan’ Dr Ir Delianis Pranggenies MSc dalam pelatihan dan seminar yang digagas KKN UBB Angkatan XI di Desa Tukak Sadai, Bangka Selatan, Senin (15/08/2016).

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dodi Hendriyanto

BANGKAPOS.COM, BANGKA POS -- Pakar bahan hayati laut Indonesia, Dr Ir Delianis Pringgenies MSc, menjelaskan tanaman mangrove bisa dijadikan kerupuk, panganan (kue), tepung, selai dan sebagainya.

“Buah mangrove bisa dijadikan bahan untuk kerupuk. Nutrisi yang terkandung di buah mangrove sangat tinggi. Sedangkan tepung dari bahan mangrove juga mengandung gizi dan protein tinggi,” ujar Delianis seraya mempersilakan ibu-ibu nelayan, PKK, karang taruna, siswa SMK Negeri I Tukak dan mahasiswa/i KKN Angkatan XI mencicipi kerupuk mangrove.

Dalam acara yang diprakarsai Mahasiswa KKN UBB Angkatan XI ini, Delianis berharap semua yang ia paparkan dapat dipraktikkan dan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dari Bangka Selatan.

Hal itu sangat memungkinkan mengingat teknologi membuat pewarna alami tidaklah begitu rumit, sementara bahan baku tanaman mangrove sangat berlimpah.

“Di Jawa Tengah, kita punya desa binaan di mana ibu-ibu PKK-nya sudah mampu membuat dan bahkan telah menjual pewarna alami,” ujar Delianis yang pada tanggal 24 Agustus ini diundang ke Jepang untuk membahas penelitiannya seputar bioteknologi laut.

Sementara itu Otto Supratman (Ketua Dosen Pembina Lapangan KKN UBB Angkatan XI Desa Tukak Sadai) menjelaskan pihaknya sengaja mengudang Dr Ir Delianis Pringgenies MSc untuk ‘menularkan’ teknologi membuat chitosan (bahan anti bakteri dari cangkang rajungan), dan pelbagai produk dari tanaman mangrove kepada masyarakat Desa Tukak Sadai.

“Selain di sini memang banyak bahan bakunya, seperti cangkang rajungan dan mangrove, Desa Tukak ini pun telah ditetapkan oleh Pemda Bangka Selatan sebagai desa daur ulang. Spesifikasi desa ini adalah membuat produk, termasuk mendaur ulang semua limbah yang ada di sini,” ujar Otto menambahkan desa ini sedang mengembangkan destinasi hutan mangrove.

Penulis: Dody
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved