Ada Pesawat Mendarat di Kelenteng Kuto Panji Saat Sembahyang Rebut

Ada penambahan replica pesawat itu merupakan pemikiran kreatif anak-anak, dimana kalau kapal merupakan property untuk angkatan laut

Ada Pesawat Mendarat di Kelenteng Kuto Panji Saat Sembahyang Rebut - rebut-belinyu-3_20160818_172719.jpg
bangkapos.com/Edwardi
Replika pesawat terbang di ritual Sembahyang Rebut Kelenteng Kuto Panji Kecamatan Belinyu.
Ada Pesawat Mendarat di Kelenteng Kuto Panji Saat Sembahyang Rebut - rebut-belinyu-2_20160818_172858.jpg
bangkapos.com/Edwardi
Patung Thai Se Ja acara Sembahyang Rebut di Kelenteng Kuto Panji Belinyu
Ada Pesawat Mendarat di Kelenteng Kuto Panji Saat Sembahyang Rebut - rebut-belinyu-4_20160818_173218.jpg
bangkapos.com/Edwardi
Replika kapal di acara Sembahyang Rebut di Kelenteng Kuto Panji Belinyu
Ada Pesawat Mendarat di Kelenteng Kuto Panji Saat Sembahyang Rebut - rebut-belinyu-1_20160818_173407.jpg
bangkapos.com/Edwardi
Pembagian sembako di acara Sembahyang Rebut di Kelenteng Kuto Panji Belinyu
Ada Pesawat Mendarat di Kelenteng Kuto Panji Saat Sembahyang Rebut - rebut-belinyu-5_20160818_173534.jpg
bangkapos.com/Edwardi
Replika malaikat pencabut nyawa

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Ribuan warga terlihat memenuhi halaman Kelenteng Kutopanji Kecamatan Belinyu untuk menghadiri ritual Sembahyang Rebut, Rabu (17/8/2016) malam.

Andre Tanjung, pengurus Kelenteng Kutopanji yang ditemui Bangkapos.com menjelaskan Sembahyang Rebut tahun ini di Kelenteng Kuto Panji ada penambahan property yakni pembuatan replika pesawat terbang berukuran besar mendekati pesawat sebenarnya.

“Ada penambahan replica pesawat itu merupakan pemikiran kreatif anak-anak, dimana kalau kapal merupakan property untuk angkatan laut, kali ini kita mencoba untuk membuat pesawat untuk angkatan udaranya. Ada pemikiran untuk tahun depan akan dibuat kereta api untuk angkatan darat-nya,” kata Andre.

Ditambahkannya selain itu panitia juga membuat replika patung Thai Se Ja dan pengawalnya, patung Dewi Kuan Im, kapal besar, penjaga pintu gerbang dan anjing pengawalnya, patung malaikat pencabutnya, rumah tempat sidang di akhirat, barang-barang sesajian dan peralatan lainnya.

“Tahun ini kita menghabiskan dana sekitar Rp 175 juta untuk membuat property dan barang-barang yang dibutuhkan untuk Sembahyang Rebut ini,” kata Andre.

Diungkapkannya dana untuk menggelar acara ini berasal dari umat yang menyumbang ke Kelenteng Kutopanji.

“Kita berharap para perantauan asal Belinyu Bangka yang sukses di luar daerah bisa memberikan bantuannya,” harapnya.

Sehari sebelum acara Sembahyang Rebut ini digelar acara Sembahyang Leluhur, jadi warga perantauan yang sukses pulang ke kampung halaman untuk mendoakan leluhur. Karena kepercayaan ini selain donatur yang datangmemberikan uang tunai, juga ada yang memberikan sembako (beras).

“Jumlah sembako (beras) yang berhasil dikumpulkan dari sumbangan donatur sebanyak 12 ton. Semuanya ini dibagikan kepada kaum fakir miskin, orang jompo, janda, anak yatim piatu dan anak-anak yang ikut membantu membuat property sembahyang Rebut ini,” jelas Andre.

Karena jumlah beras ini masih banyak tersisa maka diadakan lagi aksi sosial untuk dibagikan kepada masyarakat yang berkunjung ke acara ini. Mekanismenya dibagikan kupon dulu kepada ibu-ibu atau wanita, sisanya baru bapak-bapak.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help