Olimpiade 2016

Ini Bonus dan Tunjangan Atlet Peraih Medali di Olimpiade Rio 2016

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapatkan bonus dari pemerintah karena berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Rio di Brasil 2016.

Ini Bonus dan Tunjangan Atlet Peraih Medali di Olimpiade Rio 2016
PBSI
Pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menggigit medali emas usai menjuarai bulutangkis ganda campuran di Olimpiade Rio 2016. 

BANGKAPOS.COM - Pebulutangkis Ganda Campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapatkan bonus dari pemerintah karena berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Rio di Brasil 2016.

Pasangan ini mendapatkan uang tunai sebesar Rp 5 miliar dari pemerintah.

"Bagi peraih emas per satu keping Rp 5 miliar," kata Menpora Imam Nahrawi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Sementara itu, bagi atlet angkat besi, Eko Yuli Guna, dan lifter Sri Wahyuni yang mendapatkan medali perak, pemerintah memberikan bonus Rp 2 miliar. Adapun untuk peraih perunggu akan mendapatkan bonus Rp 1 miliar.

Pemberian hadiah ini akan dilakukan pada September mendatang sambil menunggu hasil Paralympic yang juga akan digelar di Brasil.

"Jadi, biasanya, setelah Olimpiade, setelah dua bulan berikutnya ada Paralympic. Nah, setelah Paralympic siapa yang akan jadi juara di sana. Setelah itu, akan kami serahkan bonus dari pemerintah," kata dia.

Imam menambahkan, selain mendapat bonus, Tontowi/Liliyana juga akan menerima tunjangan hari tua.
Peraih medali emas akan mendapat Rp 20 juta setiap bulannya. Peraih perak akan mendapat Rp 15 juta, sementara perunggu mendapat Rp 10 juta.

"Meskipun penerimaannya, bisa tiga bulan sekali maupun setahun sekali dan penerimaannya diakumulasi," ujar Imam.

Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengembalikan tradisi medali emas Olimpiade untuk Indonesia. Di final, Tontowi/Liliyana mengalahkan ganda Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14, 21-12.

Sebelumnya, bulu tangkis telah menyumbang enam medali emas Olimpiade, yaitu Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma (1992), Ricky Subagdja/Rexy Mainaky (1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (2000), Taufik Hidayat (2004), dan Hendra Setiawan/Markis Kido (2008).

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved