Fara Pemilik Tato Daun Diatas Bokong Ini Ditemukan Tewas di Salonnya Diduga Dibunuh

pada pemeriksaan luar dan dalam jasad korban, diperkirakan Fara meninggal setelah sekitar tiga hingga empat hari.

Fara Pemilik Tato Daun Diatas Bokong Ini Ditemukan Tewas di Salonnya Diduga Dibunuh
ist/facebook
Foto pemilik Salon Fara, Dharma Putra Nurdin alias Fara alias Ucu (30) semasa hidup 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

BANGKAPOS.COM, PONTIANAK - Jasad pemilik Salon Fara, Dharma Putra Nurdin alias Fara alias Ucu (30) langsung dibawa ke ruang jenasah RSUD dr Sudarso pada Jumat (19/8/2016) malam, tak lama setelah ditemukan tewas.

Untuk diketahui, Fara ditemukan tak bernyawa di dalam Salon Fara miliknya di Jl Komyos Sudarso (depan Jl Karet), RT 03/RW 16, Kelurahan Sungai Beliung, Pontianak Barat, Jum'at (19/8/2016) sekitar pukul 22.30 WIB.

Spesialis Forensik Biddokkes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Kompol dr Edi Syahputra Hasibuan Spf mengungkapkan proses otopsi terhadap jenasah Fara, yang membutuhkan waktu selama empat jam, yakni dimulai pukul 10.30 WIB hingga pukul 13.30.

"Yang pasti jenazah adalah seorang laki-laki, diperkirakan berusia sekitar 30 tahun. Dengan tinggi sekitar 162 cm," ungkapnya, Sabtu (20/8/2016).

Lanjut dr Edi, pada pemeriksaan luar dan dalam jasad korban, diperkirakan Fara meninggal setelah sekitar tiga hingga empat hari.

"Diperkirakan meninggal setelah tiga sampai empat hari, mulai hitungan hari ini. Jadi sudah tampak adanya proses pembusukan lanjut," jelasnya.

Tanda-tanda pengenalan utama ditubuh korban, menurut dr Edi ditandai adanya tato di lengan kanan bawah, kemudian tato seperti gambar daun di atas bokong.

"Untuk penyebab kematiannya masih dalam proses pemeriksaan lanjut. Ada jaringan yang kita ambil dan kita periksa nanti ke PA (Patologi Anatomi,- RED)," terangnya.

Selain itu, menurutnya diperkirakan ada seperti kekerasan di area wajah korban. Sehingga jaringan di daerah wajah diambil untuk memastikan apakah itu memang luka atau tidak.

"Di daerah wajah, mulut dan sekitar leher, dada serta kedua lengan baik kanan maupun kiri," kata dr Edi.

Dari pemeriksaannya pula, dr Edi mengungkapkan ia tak menemukan adanya luka tusuk ataupun luka bacokan di tubuh korban.

"Hanya kemungkinan besar, pastinya kami harus PA dulu. Jadi harus kami pastikan dulu itu benar-benar luka atau tidak, karena sudah busuk, kalau misalnya dia ndak busuk sudah bisa dipastikan. Karena sudah busuk sekitar empat hari, jadi gambarannya hitam semua," paparnya.

Sehingga, dengan adanya jaringan yang pihaknya curigai kemudian diambil untuk dilakukan pemeriksaan lanjut ke dokter Patologi Anatomi.(*)

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved