Riniati Sebut Sejak 2010 Sudah Mengelola Aek Anget Belinyu

Saya pada tahun 2010 ditemani 2 wartawan Pangkalpinang Pos pergi ke area Aek Anget Belinyu. Setelah melihat, saya berkeinginan dan peduli

Riniati Sebut Sejak 2010 Sudah Mengelola Aek Anget Belinyu - theresia-riniati-sajuni_20151207_152733.jpg
bangkapos.com/dok
Anggota DPRD Kabupaten Bangka Theresia Riniati Sajuni
Riniati Sebut Sejak 2010 Sudah Mengelola Aek Anget Belinyu - riniati-tinjau-aek-anget_20160820_131244.jpg
IST
Bukti dokumentasi kliping koran saat Riniati Sajuni, anggota DPRD Bangka pada tahun 2010 meninjau objek wisata Aek Anget Belinyu.

Oleh: Riniati Sajuni, Anggota DPRD Kab. Bangka Dapil Belinyu dan Riausilip

BERITA koran harian Babel News dengan judul :”Lokasi Aek Anget (Bintet – Belinyu) Diklaim Milik Pribadi, edisi tanggal 11 Agustus 2016 halaman.12”. Menanggapi pernyataan Kades Gunung Pelawan yang belum lama menjabat, saya turunkan tulisan ini untuk klarifikasi tulisan itu dan mengungkapkan fakta yang sebenarnya.

Saya pada tahun 2010 ditemani 2 wartawan Pangkalpinang Pos pergi ke area Aek Anget Belinyu. Setelah melihat, saya berkeinginan dan peduli pada objek Aek Anget itu untuk dikembangkan menjadi objek wisata.

Sebagai seorang wakil rakyat, tentu saja dibenak saya, itu akan menjadi salah satu sumber PAD. Pertama tama saya datangi Dinas Pariwisata Bangka, dan meminta pemda untuk mengembangkannya (waktu itu dijabat pak Asep) dan jawaban yang saya dapat , “Bu, di Kelapa ada 7 titik Aek Anget belum kami apa-apakan,".

Oleh karena itu saya berpikiran untuk mengelolahnya dengan biaya swasta dengan mencari pattner kerja.

Suatu hari saya berkenalan dengan ibu Lia yang interest. Untuk itu saya ke Dinas Kehutanan dengan izin dan sepengetahuan Kepala Dishutbun waktu itu mendatangkan staf Dishutbun mengkoordinat lokasi ini pada tahun 2010.

Hutan ini milik inhutani. kepala dinas terdahulu sudah saya kasih tahu, jadi kenapa saya libatkan warga dan warga mana yang dimaksud kades yang bersangkutan. Anak buah saya yang merintis hutan dan membersihkan semak belukar dan lain-lain.

Menghadapi pasca timah, berbagai ide dan cara saya lakukan untuk pemasukan dengan rencana jangka panjang, salah satunya objek Aek Anget. Juga pernah membentuk organisasi yang fokus kepada tanaman gaharu. Semua saya lakukan atas biaya sendiri. Saya tak pernah mengharapkan bantuan dari siapapun.

Setelah ibu Lia tidak berminat membangun tempat itu, karena beliau beralih ke Pantai Rambak, sehingga saya gagal mencari partner kerja untuk mengembangkan objek ini.

Meskipun terbengkalai disebabkan kesibukan saya sebagai wakil rakyat, saya pun telah mengeluarkan biaya untuk hal–hal terkait. Terakhir kali, saya sewa PC untuk bikin jalan lebar, dari yang tadinya janya jalan setapak. Untuk semua kegiatan ini, ada saksi–saksinya.

Halaman
123
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved