Kejati Periksa 5 PNS Dishub Babel, Diduga Korupsi Proyek ILS Bandara Depati Amir

lima PNS itu masing-masing bernisial EF (KPA Dirjen Perhubungan), Yu (pejabat pembuat komtimen), dan sekretaris panitia lelang, YA.

Kejati Periksa 5 PNS Dishub Babel, Diduga Korupsi Proyek ILS Bandara Depati Amir
net

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung (Babel) meminta keterangan lima pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Perhubungan Provinsi Babel, Senin (22/8).

Tim Pidana Khusus Kejati Babel ingin mengali informasi terkait dugaan korupsi proyek Instrument Landing Sistem (ILS) di bandara udara Depati Amir, Kota Pangkalpinang.

Usai meminta keterangan, tim penyidik Kejati Babel belum membeberkan materi pemeriksaan maupun siapa-siapa saja yang diperiksa.

Namun menurut informasi yang dihimpun Bangka Pos Group, lima PNS tersebut lain merupakan panitia proyek milik Kementrian Perhubungan senilai Rp 12 Miliar itu.

Berdasarkan data yang diperoleh, tiga dari lima PNS itu masing-masing bernisial EF (KPA Dirjen Perhubungan), Yu (pejabat pembuat komtimen), dan sekretaris panitia lelang, YA.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Babel, Roy Arland enggan memberikan keterangan dengan alasan ia terlebih dahulu mesti berkoodinasi dengan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Babel.

"Informasi yang saya dengar kasus itu (dugaan korupsi ILS bandara Depati Amir--red) saat ini sedang disidik Pidsus Kejati Babel. Tapi detilnya tanya saja Pidsus, di sana lebih lengkapnya," kata Roy kepada awak media siang itu.

Sementara Aspidsus Kejati Babel, Patris Yusrian Jaya membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Menurutnya kasus yang sedang disidik itu bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) tahun 2008, senilai Rp 12 Miliar.

Sama halnya dengan Roy, Patris juga enggan merinci kasus itu.

"Iya sudah disidik, nah terkait siapa-siapa tersangka kami belum bisa mempublikasikanya. Sebab saat ini kami sedang bekerja memeriksa seluruh panitianya," kata Patris singkat.

Ia menambahkan perkara kasus ILS itu bertujuan demi menyelamatkan kepentingan publik.

"Sebab keberadaan sistem ILS itu sesungguhnya sangat vital, terutama bagi penerbangan malam hari. Jangan sampai membahayakan keselamatan penumpang saat hendak mendarat, juga anggaran di sini tidak sedikit," katanya. (rap)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help