Home »

Lokal

» Bangka

Menunggak Tagihan PDAM, Aliran Air ke Rumah Karyawan PDAM Bangka Diputus

Aliran air PDAM ke rumah enam karyawan PDAM tersebut langsung dicabut dan putuskan oleh pihak PDAM Tirta Bangka.

Menunggak Tagihan PDAM, Aliran Air ke Rumah Karyawan PDAM Bangka Diputus
IST
Wellindra Bashir. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir mengambil tindakan tegas terhadap enam karyawan PDAM yang menunggak pembayaran tagihan rekening air PDAM.

Aliran air PDAM ke rumah enam karyawan PDAM tersebut langsung dicabut dan putuskan oleh pihak PDAM Tirta Bangka.

Tindakan tegas ini dilakukannya untuk pemberlakuan yang sama dengan masyarakat dimana tidak ada keistimewaan, termasuk bagi karyawan PDAM Tirta Bangka sendiri.

Diakui Wellindra sebelumnya ia sudah menertibkan pemakaian air di rumah karyawan PDAM sendiri pada tahun 2015 lalu.

"Itu jelas masalah kerugian untuk PDAM karena tingkat kebocoran tertinggi ada di rumah karyawan. Dalam hitungan angka water meter kan pakai bebas bayar cuma 10 meter kubik," ungkap Wellindra kepada bangkapos.com, Jumat (26/8/2016).

Dia sudah mencarikan solusinya dengan dikeluarkanlah surat keputusan Direktur PDAM Tirta Bangka tentang tunjangan air bersih bahwa air di rumah karyawan dan wajib membayar sesuai dengan aturan dan mekanisme.

"Tidak ada yang istimewa pemberlakuannya sama, mereka pelanggan kebetulan statusnya karyawan PDAM," tegas Wellindra.

Dalam SK tersebut ia memberikan tunjangan air sebesar Rp 175.000 per karyawan yang berlaku sejak bulan Oktober 2015. Jika dibayarkan untuk pemakaian air kurang lebih 30 meter kubik, pemakaian air bebas untuk karyawan PDAM.

Namun kenyataannya masih ada juga karyawan yang menunggak membayar rekening air, bahkan dengan nilai yang cukup tinggi.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help