Pemakai Baju Renang Ini Tak Terlihat Predator Laut

Penggunanya bisa dengan leluasa menjelajahi laut tanpa perlu takut terkena serangan dari hewan buas sepeti hiu ataupun belut laut.

Pemakai Baju Renang Ini Tak Terlihat Predator Laut
DAILYMAIL.CO.UK
Penemuan unik kembali ditemukan oleh para peneliti dari Selandia Baru. Pakaian renang yang dikatakan tembus pandang, berhasil diciptakan oleh mereka. Benda ini dikatakan mampu membuat penggunanya tidak terdeteksi oleh hewan-hewan laut. 

BANGKAPOS.COM - Kini, pecinta dunia bawah laut akan semakin dimanjakan dengan penemuan terbaru dari perusahaan HECS Aquatic.

Perusahaan asal Selandia Baru ini baru saja menciptakan baju tembus pandang yang dinamakan “Stealth Wetsuit”.

Penggunanya bisa dengan leluasa menjelajahi laut tanpa perlu takut terkena serangan dari hewan buas sepeti hiu ataupun belut laut.

Pakaian renang ini sangat bermanfaat bagi para penyelam karena tidak terdeteksi oleh para predator laut ketika sedang mencari mangsa.

Hal ini dapat terwujud karena Stealth Wetsuit menahan 95 persen sinyal listrik yang dihasilkan tubuh, sehingga hewan laut tidak dapat mendeteksi keberadaan si pemakai.

Hewan laut seperti hiu, lumba- lumba, lobster, udang, dan belut laut memang mendeteksi keberadaan spesies lain disekitarnya dengan sinyal-sinyal kecil yang dihasilkan dari gerakan otot maupun detak jantung.

Salah satu ahli biologi dari angkatan laut, Riley Elliot, mengatakan pakaian tersebut telah teruji ampuh, karena dirinya sendirilah yang mengujinya di laut bebas.

"Ketika aku mencoba menggunakan baju renang yang berteknologi mutakhir ini. Bisa membuatku menjadi lebih dekat dan juga melakukan sebuah pendekatan alami bersama hewan laut," ujar Elliot seperti dilansir dari info-generasiterkini.blogspot.co.id.

Untuk pakaian ini sendiri, saat ini baru tersedia di negara Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko saja.

Harga pembukanya pun terbilang besar, seperti misalnya di Amerika Serikat, harga pakaian ini mencapai 449 dollar atau sekitar 5,9 juta rupiah.

Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved