Menteri Arief Yahya Lakukan Ground Breaking KEK Pariwisata Belitung 2 September

Tanjung Kelayang ditetapkan sebagai KEK Pariwisata oleh Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016, pada 15 Maret 2016 lalu.

Menteri Arief Yahya Lakukan Ground Breaking KEK Pariwisata Belitung 2 September
bangkapos/wahyu
Presiden Jokowi berjalan melintasi amphitheater di depan aula UPTD Tanjung Kelayang ketika berkunjung ke Kabupaten Belitung, Sabtu (20/6/2015) siang. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang dipastikan akan dimulai pada 2 September 2016, yang ditandai dengan peletakan batu pertama (ground breaking) oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dengan demikian, Tanjung Kelayang yang terletak di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan tercatat sebagai KEK yang realisasi pembangunannya tercepat di Indonesia.

Tanjung Kelayang ditetapkan sebagai KEK Pariwisata oleh Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016, pada 15 Maret 2016 lalu.

Praktis, realisasi pembangunan dimulai hanya dalam waktu lima setengah bulan sejak penetapan tersebut.

KEK Tanjung Kelayang menjadi KEK yang realisasi pembangunannnya paling cepat di Indonesia karena pembangunan sembilan KEK lainnya baru dimulai 2-3 tahun sejak ditetapkan sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah.

Seperti KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Morotai dan KEK Tanjung Api-api yang peletakan batu pertama baru dilaksanakan 3 tahun setelah ditetapkan sebagai KEK.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Senin (29/8), mengatakan, pembangunan KEK Tanjung Kelayang sangat cepat terealisasi berkat kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Kabupaten Belitung.

“Ini adalah wujud konkrit sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah” katanya.

Pembangunan KEK Tanjung Kelayang, lanjut Arief Yahya, juga segera terealisasi berkat komitmen Konsorsium Belitung Maritime Silk Road (BMSR) sebagai pengembang dan pengelola.

Konsorsium yang dimotori Dharmawangsa Group ini dinilai bukan hanya memiliki nama besar sebagai investor, tetapi juga komitmen serta reputasi yang tinggi dan teruji.

Halaman
12
Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help