Woow Pengelola KEK Belitung Janjikan 1.000 Homestay Dikelola Warga

“Pada akhirnya program ini akan memberikan pendapatan berkelanjutan (Suistanable Income) bagi masyarakat lokal,” kata Adek Julianwar, Dirut BMSR.

Woow Pengelola KEK Belitung Janjikan 1.000 Homestay Dikelola Warga
Pos Belitung/Wahyu Kurniawan
Presiden Jokowi didampingi Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani melihat-lihat kawasan pantai wisata Tanjung Kelayang Desa Keciput Kecamatan Sijuk, Sabtu (20/6/2015). 

BANGKAPOS.com - Kementrian Pariwisata dan Konsorsium Belitung Maritme Silk Road sebagai pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang, Belitung, akan memfasilitasi pembangunan sampai dengan 1.000 unit homestay atau usaha rumah tinggal untuk dikelola warga setempat.

Program ini bertujuan mendidik masyarakat lokal berpartisipasi langsung dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

“Pada akhirnya program ini akan memberikan pendapatan berkelanjutan (Suistanable Income) bagi masyarakat lokal,” kata Adek Julianwar, Direktur Utama Konsorsium Belitung Maritime Silk Road (BMSR), Sabtu (27/8).

Adek menambahkan, program pembangunan 1.000 homestay merupakan bentuk komitmen Konsorsium BMSR untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat setempat. Dengan memiliki usaha homestay ini, masyarakat lokal diajak menjadi pelaku usaha (entrepreneur), dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Lahan untuk membangun 1.000 homestay itu akan disediakan Konsorsium BMSR. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016, Konsorsium BMSR dipercaya sebagai pengembang dan pengelola KEK Tanjung Kelayang seluas 324 Ha, tepatnya di Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Sedangkan Kementrian Pariwisata akan melakukan supervisi standarisasi bentuk bangunan, pengelolaan dan pelayanan homestay. Standarisasi bertaraf internasional ini bertujuan memberikan kepuasan dan kenyamanan bagi wisatawan yang memilih menginap di homestay saat berlibur di Belitung.

Adapun pembiayaan untuk membangun homestay, difasilitasi Bank Tabungan Negara dengan skema angsuran cukup ringan. Masyarakat pengelola homestay cukup membayar angsuran Rp 500.000 – Rp 600.000 per bulan selama 20 tahun.

Program homestay ini akan dimulai saat peletakan batu pertama (Ground Breaking) KEK Tanjung Kelayang 2 September 2016 dengan memberikan 80 warga setempat pertama untuk mendapatkan fasilitas ini.

Selain homestay, Konsorsium BMSR juga akan memulai pembangunan resort dan hotel bertaraf internasional. Pada tahap selanjutnya akan dibangun lebih dari 10 jenis fasilitas pariwisata, seperti Sekolah Praktik Singkat, fasilitas pengembangan industri kerajinan lokal serta Marina and Marine Centre, Residential Villas maupun fasilitas pariwisata lainnya, yang seluruhnya bertaraf internasional.

Adek Julinwar menjelaskan, pembangunan Sekolah Praktik Singkat di KEK Tanjung Kelayang bertujuan mendidik dan melatih masyarakat sekitar yang memiliki potensi, menjadi tenaga-tenaga terampil di bidang pariwisata dan perhotelan. Disamping akan mendapat kesempatan bekerja di KEK Tanjung Kelayang, lulusan sekolah tersebut diyakini akan mampu bersaing bekerja di sektor pariwisata dan perhotelan di luar KEK Tanjung Kelayang.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi menyambut baik program pembangunan homestay maupun program-program lainnya yang melibatkan masyarakat lokal, dengan semangat tumbuh dan berkembang bersama. Program tersebut diyakini akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas, khususnya Belitung.

Karena itu, Gubernur menghimbau seluruh elemen masyarakat agar ikut menjaga dan mensukseskan pembangunan KEK Tanjung Kelayang. “Warga jangan mau dihasut-hasut mengganggu pembangunan KEK, apalagi sampai terjerat masalah hukum. Jangan hanya karena kepentingan pribadi segelintir orang, peluang meningkatkan kesejahteraan rakyat Belitung dikorbankan,” tegas tegas Rustam Effendi.

Sedangkan Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, program pembangunan 1.000 homestay merupakan bentuk komitmen Konsorsium BMSR bersama pemerintah untuk melibatkan masyarakat lokal berpartisipasi langsung dalam pembangunan pariwisata Belitung. “Pariwisata adalah masa depan Belitung yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” kata Sahani Saleh.

Pembangunan KEK Tanjung Kelayang beserta seluruh infrastruktur pendukungnya diperkirakan akan menyerap 23.000 lebih tenaga kerja. KEK Tanjung Kelayang yang mengusung konsep pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan dan berkelanjutan ini, diproyeksikan mampu mendatangkan 500 ribu wisatawan mancanegara ke Belitung atau meningkat 50 kali lipat dibanding kunjungan Wisman tahun 2014.

Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help