BangkaPos/

Terungkap, KPK Sebut Banyak Korupsi dalam Penempatan TKI

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Irjen (Purn) Basaria Panjaitan mengatakan, banyak kasus korupsi dalam penempatan TKI di luar negeri,...

Terungkap, KPK Sebut Banyak Korupsi dalam Penempatan TKI
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati (kiri) bersama Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Jakarta (16/6/2016). Dalam OTT tersebut KPK mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 250 juta serta menetapkan empat orang tersangka yaitu pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia Ruruk Kariman dan Kasman Sangaji, panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi, dan kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah yang tertangkap suap terkait pengurangan vonis perbuatan asusila terhadap anak. 

BANGKAPOS.COM, BATAM -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Irjen (Purn) Basaria Panjaitan mengatakan, banyak kasus korupsi dalam penempatan TKI di luar negeri, mulai saat pengurusan dokumen di daerah, penempatan hingga pulang kembali ke daerah.

BACA: Mendadak Viral, Surat dari Cewek Penyayang Kucing Ini Sungguh Mengharukan

"Banyak terjadi kasus yang berhubungan dengan korupsi di dalam pelaksanaan, mulai dari rekrutmen, pembuatan dokumen, penempatan, sampai penyeberangan kembali," kata Basaria di Batam Kepulauan Riau, Rabu (31/8/2016), seperti dikutip Antara.

BACA: Guru Spiritual Dewi Sandra Sebut Gatot Tak Pernah Menggunakan Ayat-ayat Al Quran

"Ada penyuapan, pemerasan, gratifikasi. Tahun 2015 KPK dan Bareskrim sudah lakukan semacam sidak. Apakah pemerasan sudah habis? Sampai sekarang kok rasanya belum," tambah dia.

Pemerasan, suap dan gratifikasi menjerat TKI hingga tidak dapat menikmati hasil kerja kerasnya.

BACA: Pria Ini Dipukul Orang Tak Dikenal, Ahok Sebut 'Ini Cara Teror Kampungan, Pengecut, dan Munafik!'

Menurut dia, pendapatan paling banyak justru didapat oleh orang-orang yang bermain dalam menempatkan TKI, daripada TKI yang bekerja.

"Penghasilan sindikat lebih besar dari narkoba," ucapnya seraya menambahkan bahwa mengategorikan penjahat sindikat TKI sebagai "extra ordinary crime".

Perempuan yang pernah menjabat Direktur Reskrim Polda Kepri itu juga mensinyalir banyak penyeberangan TKI ilegal dari pelabuhan-pelabuhan tikus di Kepri ke Malaysia.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help