BangkaPos/

Para ABG Ini Dihargai Rp 1,2 Juta Layani Birahi Kaum Gay di Puncak Bogor

Anak-anak usia di bawah 16 tahun ini dihargai Rp 1,2 juta untuk melayani birahi kaum gay. Sang anak hanya diberi upah Rp 100-150 ribu.

Para ABG Ini Dihargai Rp 1,2 Juta Layani Birahi Kaum Gay di Puncak Bogor
Repro/Kompas TV
Hotel di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tempat petugas menangkap AR (41) pelaku prostitusi anak khusus bagi kaum homoseksual (gay), Rabu (31/8/2016) siang. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pengungkapan Bareskrim terhadap bisnis prostitusi yang menawarkan anak-anak pada kaum gay melalui Facebook mengagetkan banyak pihak.

Terlebih anak-anak yang usianya dibawah 16 tahun ini dihargai Rp 1,2 juta. Sang anak hanya diberi upah Rp 100-150 ribu.

Alhasil banyak pihak geram dengan tingkah laku sang muncikari berinisial AR, yang kini telah ditahan Bareskrim.

Bagaimana sosok atau perawakan AR pun tidak diketahui, pasalnya saat kasus dirilis, AR sama sekali tidak dihadirkan.

Kabareskrim Komjen Ari Dono hanya menyatakan AR adalah residivis kasus yang sama yakni Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"AR ini residivis kasus yang yang TPPO, dulu korbannya perempuan, kalau sekarang laki-laki. AR menjalani hukuman dua tahun di Lapas Paledang, Bogor," ucap Ari Dono saat rilis bersama dengan Kemensos, KPAI, dan perwakilan Kementerian PPA, Rabu (31/8/2016) di Mabes Polri.

Pihak Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) selain meminta hak restitusi atau ganti kerugian terhadap masa depan korban juga meminta agar AR dimiskinkan.

"Proses hukum yang disangkakan ke pelaku, harus bisa memiskinkan pelaku. Sekali lagi ini harus ada efek jera tidak hanya penjara atau hukuman badan," tegas Kepala Bidang Anak dalam Pornografi, Napza dan HIV Kementerian PPA, Imiarti.

Menanggapi permintaan pihak Kementerian PPA, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigjen Agung Setya menyanggupi hal tersebut.

‎Diungkapkan Agung, agar memiskinkan pelaku pihaknya juga menjerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help