Kakek Ini Tetap Semangat Jualan untuk Nafkahi Istri yang Sakit Stroke

Berumur panjang dan diberi kesehatan sampai usia di atas 80 tahun, tak semua orang‎ dapat merasakannya.

Kakek Ini Tetap Semangat Jualan untuk Nafkahi Istri yang Sakit Stroke
bangkapos.com/Alza
Johan saat menjajakan kerupuk khas Sungaiselan, Kamis (1/9/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Berumur panjang dan diberi kesehatan sampai usia di atas 80 tahun, tak semua orang‎ dapat merasakannya.

Biasanya, saat seseorang sudah berusia renta, kualitas hidupnya jauh menurun. Dihinggapi beragam penyakit, tubuh lemah dan membutuhkan orang lain untuk melayani kehidupannya.

Namun, tidak berlaku bagi Johan (83), pria kelahiran Desa Sungaiselan, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah. Di usia senjanya, semangat hidup kakek beberapa orang cucu ini masih menyala-nyala.

Meminta-minta dan berharap belas kasih orang‎, haram bagi Johan yang sudah merasakan hidup pada zaman penjajahan Jepang dan Belanda itu.

Berbekal alas plastik, hampir saban hari, dia menjual kerupuk angka 8 atau getas ikan khas Sungaiselan di tepi jalan tak jauh dari Hotel Centrum, Kota Pangkalpinang.
Lokasi jalan itu tak jauh dari kawasan Tamansari, yang kerap dijadikan warga untuk bersantai.

"Alhamdulillah, rezeki ada saja asal berusaha. Saya beli kerupuk di Sungaiselan, ongkosnya Rp 40 ribu. Saya jual ambil untung Rp 2 ribu," kata Johan saat ditemui bangkapos.com, ‎Kamis (1/9/2016).

Tak banyak kerupuk yang dijual, sekitar 15 sampai 20 bungkus sehari. Kadang-kadang kerupuk yang dijual Rp 15 ribu per bungkus, hanya laku kurang dari 10 bungkus saja.

Johan tak mengeluh. Meski langkah kaki tak lagi gagah, suara tak begitu keras‎, mata kurang awas, bukan halangan baginya menjemput rezeki.

"Saya pernah merasakan makan ubi (singkong) selama dua bulan, zaman penjajahan Jepang. Karena waktu itu tidak ada beras yang bisa dimasak," ungkapnya.

Ditemani musik dari handphone (HP),‎ dia tetap sabar menanti pembeli. Menjelang waktu Zuhur, laku atau tidak laku, dia harus kembali ke rumahnya di Kelurahan Pasir Putih, Pangkalpinang.

Di sana, sudah menunggu sang istri yang harus dirawat lantaran penyakit stroke selama beberapa waktu ini.

"Kami di rumah bertiga, ada istri dan cucu. Cucu saya rawat dari masih merah (bayi), karena bapaknya meninggal. Sekarang sudah kelas enam SD," ujarnya.

Johan menuturkan rahasia sehat dan hidup tenang yakni banyak bersyukur dan menjalankan ibadah.

"Bersyukur kepada Allah, tetap jaga salat, dan biasakan salat tahajud," kata Johan singkat.

Penulis: Alza Munzi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help