Proyek APBN Bernilai Rp 20 Triliun Menumpuk di Belitung, Bangka Belum Kebagian Ini Rinciannya

"Semuanya sudah mulai berjalan, ada yang sudah masuk DED, Masterplan, kontrak kerja bahkan operasional. Memang persetujuannya tak dalam waktu sama.''

Proyek APBN Bernilai Rp 20 Triliun Menumpuk di Belitung, Bangka Belum Kebagian Ini Rinciannya
bangkapos.com/Dede Suhendar
Suasana rapat Menteri Pariwisata membahas usulan KEK di wilayah Pulau Bangka di ruang Setda Kabupaten Belitung, Jumat (2/9/2016). 

TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG -- Potensi Negeri Laskar Pelangi sepertinya sedang menjadi perhatian dari pemerintah pusat.

Betapa tidak, dari enam kabupaten kota di wilayah Provinsi Kepulauan Babel, Kabupaten Belitung memborong lima proyek yang dibiayai APBN.

Puncaknya, 2017 Kabupaten Belitung masuk dalam 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang dicanangkan berbentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Disusul dengan beberapa mega proyek pendukung seperti bandara bertaraf Internasional, pembangunan sumber air baku (embung air), pulau karantina serta dermaga Tanjung Batu.

"Semuanya sudah mulai berjalan, ada yang sudah masuk tahap DED, Masterplan, kontrak kerja bahkan operasional. Karena memang persetujuannya tidak dalam tahun yang sama, " ujar Kabid Fisik dan Prasarana, Bapeda Kabupaten Belitung, Holmes Pangaribuan, Kamis (1/9).

Holmes menjabarkan terkait informasi terakhir dari mega proyek tersebut. Untuk KEK Pariwisata yang dibungkus KSPN sudah mencapai tahap masterplan dan DED. Bandara taraf internasional, sudah memasuki tahap pengerjaan perpanjangan runway dan perencanaan pembangunan terminal penumpang serta jalan akses masuk.

Pembangunan embung di sekitaran Gunung Tajam sebagai sumber air baku PDAM memasuki tahap kontrak kerja. Sedangkan Pulau Naduk yang dicanangkan sebagai pulau karantina peternakan sapi sudah masuk tahap masterplan. Kemudian Pelabuhan Tanjung Batu sudah selesai dan tinggal pengoperasionalan serta pengembangan.

Mega proyek pusat di belitung

1. KEK Pariwisata Tanjungkelayang
KEK Tanjungkelayang bakal mengubah Negeri Laskar Pelangi, terutama pembangunan infrastruktur pariwisata. Program ini dianggap bakal lebih cepat dibanding Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).
Tanpa KEK, rencana pembangunan secara menyeluruh dalam mendongkrak pariwisata, direncanakan selesai pada 2034. Adanya KEK rencana itu jauh lebih cepat terealisasi, lantaran target pembangunan harus diselesaikan pada 2025.

2. Bandara internasional
KEK Pariwisata perlu international flight direct (penerbangan langsung), minimal Singapura dan Malaysia. Harapannya, jika sudah direalisasikan, Bandara H AS Hanandjoedin Tanjungpandan menjadi hub nya Bandara Soekarno Hatta.

Halaman
1234
Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help