Astaga! Isi Brankas Gatot Ternyata Sabu dan Ratusan Peluru

Dari brankas rahasia Gatot itu polisi menemukan serbuk diduga kuat sabu, magazine dan belasan kotak berisi ratusan peluru aktif.

Astaga! Isi Brankas Gatot Ternyata Sabu dan Ratusan Peluru
Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti saat menjalani pemeriksaan di kediamannya kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2016). AA Gatot menjalani pemeriksaan terkait kepemilikan Narkotika jenis sabu dan kepemilikan senjata api. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Polisi berhasil membuka dua brankas milik tersangka narkoba Gatot Brajamusti di rumahnya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada Jumat (1/9/2016) malam setelah sehari sebelumnya gagal dibuka.

Dari brankas rahasia Gatot itu polisi menemukan beberapa plastik klip transparan berisi beberapa gram serbuk diduga kuat sabu, magazine dan belasan kotak berisi ratusan peluru aktif.

Untuk sementara, barang bukti tersebut diamankan petugas ke Polres Jaksel. Barang bukti tersebut dikemas ke dalam dua kotak.

Penggeledahan dilakukan di rumah kontrakan Gatot, Jalan Niaga Hijau X nomor 6 Pondok Pinang dan bekas rumah kontrakannya di nomor 1.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kota Polres Kota Mataram, AKP Haris Dinzah, mengakui barang bukti yang ditemukan dari brankas Gatot adalah barang bukti terkait narkoba.

"Penggeledahan dua brankas dan satu tempat itu, kami nyatakan selesai. Dan ada beberapa barang bukti yang kami dptkan, tentunya ada kaitannya dengan tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang sedang kami lakukan penyidikan," kata Haris usai penggeledahan.

Temuan narkoba dan amunisi kali ini menambah panjang daftar barang bukti kasus kepemilikan narkoba, penyalahgunaan narkoba dan kepemilikan senjata api yang disangkakan kepada Gatot.

Saat menggeledah rumah Gatot pada Senin (29/8/2016) dini hari lalu, polisi telah menemukan 9,7 gram sabu, 2 pil ekstasi, alat hisap sabu atau bong, pipet, dua senjata api ilegal dan ribuan peluru.

Selain kasus narkoba dan kepemilikan senjata api, Gatot juga dijerat dengan undang-undang perlindungan satwa liar. Sebab, polisi juga menemukan elang Jawa dan harimau Sumatera yang diawetkan di rumahnya.

Kasus yang menjerat Gatot Brajamusti ini berawal saat dirinya bersama tujuh orang ditangkap di sebuah hotel di Mataram, NTB pada Minggu (28/9/2016) malam, karena diduga menggelar pesta sabu.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help