Pratikno: Ilmu Sosial Politik Jangan Hanya Mengurusi Soal Pilkada dan Otonomi Daerah Saja

Sudah saatnya bangsa ini tak lagi sebagai pendengar dan penonton saja. Orang yang berkecimpung di ilmu politik, sudah pantas menjadi narator atau ...

Pratikno: Ilmu Sosial Politik Jangan Hanya Mengurusi Soal Pilkada dan Otonomi Daerah Saja
bangkapos.com/Alza
Suasana seminar nasional Dekan Fisip PTN se-Indonesia, Sabtu (3/9/2016). Bangka Pos/alza munzi

Laporan Wartaan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Universitas Bangka Belitung (UBB) menjadi tuan rumah Forum Dekan FISIP/FISIPOL/FIS Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia di Aston Soll Marina Hotel Bangka, Sabtu (3/9/2016).

Mengambil tema Kontekstualisasi Ilmu Sosial Politik dalam Pengembangan Kualitas Demokrasi dan Pluralisme di Indonesia, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dekan dan dosen Fisip dari 32 PTN di Indonesia.

Fakultas Ilmu Sosial Politik UBB sebagai penyelenggara kegiatan telah menyiapkan serangkaian acara, dalam forum dekan tersebut. Selain seminar, delegasi PTN diundang bersilaturahmi ‎dan santap malam di mahligai rumah dinas Gubernur Babel, Sabtu malam ini.

Besoknya, Minggu (4/9) peserta forum diajak berkeliling Bangka, mulai dari museum timah, UBB, Pagoda Puri Agung dan Pantai Tanjung Pesona, Sungailiat.

Seminar Nasional dihadiri Prof Dr Praktino MSoc. Sc (Mensesneg RI dan Mantan Dekan FISIPOL UGM) sebagai keynote speaker.

Narasumber lain adalah Prof. Dr. Eko Prasodjo (Mantan Wamen PAN dan pakar kebijakan Publik UI), Prof. Dr. Zulkifli Harmi (Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah), dan Edward Kocu, Ph.D (Dosen FISIP Universitas Cendrawasih.

Pada kesempatan itu, Pratikno menyebutkan ilmu sosial dan politik harus mampu memberikan kontribusi keilmuan bagi kehidupan global.

Menurutnya, sudah saatnya bangsa ini tak lagi sebagai pendengar dan penonton saja. Orang yang berkecimpung di ilmu politik, sudah pantas menjadi narator atau pencerita bagi dunia.

"Kalau ingin melihat contoh pluralisme, Indonesia tempatnya. Dunia bisa belajar dari bangsa kita," kata Pratikno.

Dia menyebutkan, ilmu politik kehilangan momentum sebagai pemimpin bagi ilmu-ilmu lainnya.

"Kita hanya mengkaitkan ilmu sosial dan politik, hanya pada proses saja. Bicara politik saja, pilkada, otonomi daerah. Belum pernah kita dengar ada yang mengurusi politik sawit, politik ikan," sindir Pratikno.

Penulis: Alza Munzi
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help