Mulai Sekarang, Berhenti Minum dengan Sedotan! Ini Alasannya

penggunaan sedotan punya dampak buruk. Nggak cuma bagi kita, namun juga paus.

Mulai Sekarang, Berhenti Minum dengan Sedotan! Ini Alasannya
banjarmasin.tribunnews.com
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM  - Sedotan kerap jadi alat bantu kita kala menikmati segelas jus segar, es kopi, atau smoothies.
Benda ini memudahkan kita meminum.

Sayangnya, penggunaan sedotan punya dampak buruk. Nggak cuma bagi kita, namun juga paus.
Lho, kok bisa?

Berikut alasan kenapa mulai sekarang, kamu harus berhenti minum menggunakan sedotan.

1. Penyebab Kematian Paus Lho, ada hubungannya?

Jelas ada, guys. Bayangkan, sekitar 500 juta digunakan saban hari dan tidak bisa didaur ulang.
Akhirnya, sedotan itu dibuang ke laut.

Saat di laut, seperti ditulis sajiansedap.com, sedotan berubah jadi partikel kecil yang dimakan paus dan hewan laut lainnya. Hal ini diketahui saat seekor paus terdampar dan diketahui, perut paus dengan sampah plastik yang mereka makan.

2. Tidak Dapat Melindungi Perubahan Warna Gigi

Mau beralasan minum dengan sedotan dapat melindungi gigi? Hei, itu alasan, guys.
Cara paling tepat ya minum air putih atau sikat gigi sesudah makan atau minum-minuman berwarna.

3. Memberikan Bekas pada Bibir

Nggak cuma rokok, penggunaan sedotan juga menimbulkan bekas pada bibir. Selain itu, gerakan menyedot akan merusak kolagen dan mengendurkan elastisitas pipi lebih cepat. Alhasil akan menimbulkan keriput dan garis-garis pada pipi.

4. Membuat Sering Buang Angin

Sering merasa ingin buang angin, guys? Bisa jadi itu karena kamu doyan minum dengan sedotan.
Aktivitas ini bisa menyebabkan gas dan berubah jadi angin di dalam tubuh.

Editor: Admin 1
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help