Duterte Bilang Masih Banyak Bandar Narkoba yang Akan Dibunuh

Sejak Duterte dilantik jadi Presiden Filipina pada 30 Juni lalu, sekitar 2.400 orang tewas terkait perang melawan para bandit narkoba.

Duterte Bilang Masih Banyak Bandar Narkoba yang Akan Dibunuh
AFP/Getty/Independent
Penjara di Quezon City, Filipina penuh sesak dengan tahanan. 

BANGKAPOS.COM, DAVAO -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, masih ada banyak orang yang akan dibunuh terkait kasus narkoba di negaranya.

Duterte mengatakan, kampanyenya untuk melawan peredaran narkoba takkan berhenti selama para pelaku kejahatan itu tidak berhenti, seperti dilaporkan Reuters.

Sejak Duterte dilantik pada 30 Juni lalu, sekitar 2.400 orang tewas terkait dengan perang melawan para bandit narkoba.

Duterte akan bertemu dengan Presiden AS Barack Obama pada pertemuan puncak regional di Laos, Selasa (6/9/2016) dengan satu harapan agar Obama tak menyinggung masalah HAM.

"Banyak yang akan dibunuh sampai bandar terakhir keluar dari jalanan. Sampai pembuat narkoba terakhir terbunuh, kami akan melanjutkannya," kata Duterte sebelum bertolak ke Laos, Senin (5/9/2016).

Polisi mengatakan, dari 2.400 kasus hanya ada 900 orang yang tewas dalam operasi polisi. Terkait jumlah sisanya, polisi mengatakan, kasus itu masih dibawa penyelidikan aparat.

Kematian lebih dari 3.500 orang lainnya terjadi di luar operasi polisi. Banyak pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, kasus itu sebagai kematian di luar proses hukum.

Tewasnya ribuan orang itu telah menjadi sorotan di AS, PBB, dan lembaga pegiat HAM internasional, termasuk Amnesty International.

Obama meminta Duterte agar tidak berlebihan, namun disambut hinaan dari Duterte. Filipina adalah negara bekas jajahan AS.

“Saya adalah presiden dari negara yang berdaulat dan kita telah lama bebas dari penjajahan," kata Duterte saat ditanya soal rencana pertemuannya dengan Obama.

"Siapa dia mau mengkonfrontasi saya? Bahkan nyatanya, AS punya banyak pertanyaan yang harus dijawab. Semua negara punya catatan buruk pembunuhan tanpa proses pengadilan," kata Duterte.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved