Perang Narkoba di Filipina Renggut Nyawa Bocah Perempuan 4 Tahun

Seorang bocah perempuan bersama ayahnya tewas ditembak polisi Filipina karena dicurigai terlibat dalam perdagangan narkoba.

Perang Narkoba di Filipina Renggut Nyawa Bocah Perempuan 4 Tahun
Getty Images
Ilustrasi: Dua wanita menangisi seorang pria yang tewas ditembak oleh polisi di Filipina terkait kasus narkoba. 

BANGKAPOS.COM, MANILA - Seorang bocah perempuan berusia empat tahun tewas bersama ayahnya, yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba, di Makati, Provinsi Negros, Filipina.

Disebutkan, kedua orang itu tewas ditembak polisi hanya beberapa meter dari kediaman mereka di Barangay Poblacion.

Sang ayah, Pim Alrick Barbon (31) sehari-hari dikenal sebagai tukang kayu.

Saat ditembak dia sedang mengendarai sepeda motor bersama anak perempuannya itu.

Dia menemui seorang polisi yang menyamar, dan mengaku hendak membeli narkoba sejenis sabu (methamphetamine hydrochloride). Saat itulah keduanya ditembak mati.

D’Artagnan Denila Katalbas Jr., Kepala Kepolisian Guihulngan mengatakan, saat menembak, polisi tak melihat ada anak kecil di depan lelaki yang menjadi sasaran tersebut.

“Jika kami melihat, kami tentu tak akan memaksakan operasi tersebut, pasti kami batalkan," kilah Katalbas,

"Kami polisi juga manusia, kami bukan binatang," sambung dia.

Katalbas juga menceritakan bahwa Barbon diketahui mencabut senjata dan mencoba kabur saat penjebakan terjadi. Hal itu dilakukan begitu dia mengetahui ada polisi di sana.

Sebuah peluru yang ditujukan untuk melumpuhkan Barbon menembus dada sebelum menembus dan mengenai tulang belakang bocah malang itu.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved